Seorang gadis sedang membersihkan sepatu bola pria itu tepat di depan
rumahnya.
“oh.. jadi selama ini kau yang melakukan?”
“yang menyiapkan makanan tiap pagi?”
“yang mencuci pakaian kotorku. Itu kau juga?”
“dan.. yang merapihkan seluruh isi rumahku, termasuk kamarku. Itu kau juga
kan?”
“kau siapa?”
“kenapa bisa masuk ke dalam rumahku?”
Apa yang kau inginkan?” kata pria itu, melemparkan sejuta pertanyaan karena
terkejut dan heran. Gadis itu hanya diam dan malu. Ia pun membuka percakapan
dengan pelan dan malu-malu.
“ya.. aku yang melakukan semua ini”
“aku suka denganmu. Bahkan aku mencintaimu sejak kau menempati rumah
ini”
“aku tidak mengenalmu” seru rendy (pria yang mempunyai rumah)
“aku lakukan semua ini, karena aku mencintaimu. Aku cinta kamu lebih dari
aku mencintai diri aku sendiri”
“aku suka melakukan ini semua. Aku rela melakukan ini semua” katanya
dengan menahan isak tangis, ia berusaha jujur meskipun dirinya malu
mengungkapkan isi hatinya yang begitu dalam. Setelah terungkap, Gadis itu pergi sambil menangis. Ia berlari menuju
rumahnya sendiri karena merasa malu sudah ketahuan selama ini telah
memebersihkan atribut pria itu secara diam-diam. Rendy terdiam dan
menyangka begitu dalam perasaan gadis itu untuknya. Masih terbayang dengan
ungkapan gadis itu barusan. Rendy pun termenung beberapa saat.
"siapa gadis itu? aku belum sempat menanyakan namanya. seharusnya aku bersikap lembut dengannya"
tutur rendy dalam hati. ia menyesali karena begitu banyak pertanyaan diberikannya, membuat gadis itu lari ketakutan.
"siapa gadis itu? aku belum sempat menanyakan namanya. seharusnya aku bersikap lembut dengannya"
tutur rendy dalam hati. ia menyesali karena begitu banyak pertanyaan diberikannya, membuat gadis itu lari ketakutan.
No comments:
Post a Comment