Friday, 7 November 2014

Script Sample Novel 'NERVOSITAT'



 NERVOSITAT

BAB I

pagi hari.. dua orang pria remaja berangkat ke sekolah berjalan menyusuri trotoar bersama sahabatnya. Dua orang sahabat yang tak mengenal perbedaan. Mereka pun juga sama halnya dengan manusia lainnya yang memiliki suatu permasalahan di setiap kehidupan. Adapun cara mengatasi suatu masalah tersebut dengan cara, melupakan. Cara tersebut membuat terlepas dari permasalahan yang mengikat di pikiran mereka.  ivelo putra kindi. Biasa di panggil velo.  Pria disebelahnya adalah bimo herdiwidyo, biasa dipanggil bimo. Dia adalah sahabat velo. Tingkah konyolnya membawa suasana hati gembira. canda dan tawa terlihat jelas di wajah mereka ketika berjalan menyusuri trotoar.  bimo paling gemar baca buku dan belajar. Bimo juga paling pintar di kelas, sedangkan velo? Benar-benar berbeda sekali dengan bimo. Walaupun mereka memilki perbedaan, namun bukan berarti mereka dilarang bersahabat. velo dengan bimo tak pandang status, latar belakang atau pun sifat. Namun tahu tidak, mengapa mereka bersahabat? Hhhmmm.. ya seperti itulah adanya. tak ada alasan mengapa velo dan bimo bersahabat. Ya memang keadaannya seperti itu. Velo sangat nyaman berteman dengan bimo. dan sebaliknya, bimo juga tak tertekan mempunyai teman rada gokil seperti velo. Mereka setiap kali jalan bersama tak akan tertinggal dengan candaannya. saat menyusuri trotoar yang dikelilingi mobil angkutan umum, dan kendaraan lainnya, mereka tak akan berhenti bercanda. velo anak terakhir dari dua bersaudara. ia mempunyai kakak perempuan, namanya veli vildria kindi. Dia seorang mahasiswa yang gemar sekali baca buku. velo dan veli, sifatnya bertolak belakang. Ya lihat saja velo, berantakan dan apalagi velo sangat membenci buku. Sekolah saja malas-malasan. velo hanya tinggal berdua dirumahnya bersama seorang kakak perempuannya, veli. Pasti pada mikir kemana orang tua velo?? Pria itu juga memikirkan hal yang sama. Kemanakah orang tuanya? Ayah dan ibunya over sibuk.  ibunya sibuk dengan usaha butiknya yang bercabang dimana-mana. Sedangkan ayahnya, Sibuk dengan perusahaannya. Karena terlalu sibuk, mereka jadi lupa kalau mempunyai anak yang lagi butuh perhatian banyak. Kalau keadaanya sudah seperti ini, katanya sih, velo sudah masuk dalam kategori anak  broken home. Tak masalah baginya jika menjadi anak broken home, asalkan tak bro-ken heart sajalah. Katanya, cowok berbadan tinggi, memakai baju sekolah ukuran pas dengan badannya, celana sedikit ngpress, rambut sedikit coklat, bermodel mohawk, berjalan menyusuri trotoar di pinggiran jalan menuju halte bus bersama sahabatnya. “bbbmmmmm”  Bunyi bus. bus telah datang, velo dan bimo langsung naik bus tersebut. Sudah sampai tujuan, Seperti biasanya velo berhasil lolos tak membayar ongkos bus. woy bayar. Sialan..” teriakan seorang kenek bus. “yaelah bang woles!! Gua bayar nanti. Kalo perlu sama bus nya. Sekalian sama lu nya” velo tertawa mengejek seorang kenek tersebut yang dari awal sudah memerah wajahnya. “Sialan tuh anak sekolahangerutunya. “tek tek tek teekkk” (suara koin diketuk oleh kenek memberi aba-aba kepada supir untuk menjalankan bus tersebut

Benci sampai mati..

Velo sekarang duduk dikelas 3 SMP. Velo menghampiri teman sebangkunya yang lagi duduk di teras halaman sekolah. “wey bro baca buku mulu lu. Otak lu tuh butuh refreshing. Ah payah lukomentarnya pria itu duduk di sebelah bimo seketika ia mengacak rambut bimo yang sedang asyik membaca buku. Model rambut yang biasa saja, putih, sedikit ganteng, tinggi dan memakai kacamata itu bernama bimo. Bimo adalah teman sebangku velo sekaligus sahabat. Meskipun velo suka jail dengan bimo, tapi mereka tetap fine dan enjoy. Menerima setiap kekurangan dan kelebihan masing-masing. “tiap lo dateng. Pasti nggak ketinggalan buat ngacak rambut gue” gerutunya sambil merapihkan rambut. Velo hanya tersenyum senang melihat bimo marah. “Gue lagi asyik baca nih. Ganggu aja loungkap bimo sambil memonyongkan bibirnya. “yaelah payah lu, apa sih enaknya baca buku? Bikin pusing aja. Hidup ini harus di nikmatin broo, lo liat cewek-cewek tuh. Lu ngga tertarik apa?” velo menunjuk dengan dagunya mengarah gadis-gadis yang sedang melewatinya dari kejauhan. Sambil memegang pundak bimo. wajah bimo terlihat tidak tertarik dengan pembahasan velo. “ah cewek mulu lo vel, gue lebih suka ngeliatin buku dari pada liat cewek-cewek yang nggak jelas kaya gitu  melanjutkan membaca dan mengacuhkan velo.  “apa lu kata? Eh otak lu udah di cuci kayanya sama nih buku. Apa perlu gue sodorin cewek-cewek lagi sexy baru lu bisa ngelirik?” velo tertawa mengejek. dan mengacak rambut bimo untuk kesekian kalinya. Velo senang sekali mengacak rambut orang. Termasuk sahabatnya. “najis lo, vel” katanya, dengan wajah ilfeel. “Dari pada lo ngomong ngaco kaya gini, mending lo beliin gue makanan di kantin. Lebih berkah dari pada lo ngomong nggak jelas kaya tadi. Gih buru”  suruhnya dan mendorong velo. “iye oke karena gue teman yang baik gue beliin lo makanan deh. Tapi berhubungan duit gue menipis, pake duit lo dulu ya” menadangkan tangannya ke bimo. “ah itu sih bukan temen baik. sama aja pake duit gue juga” kata bimo dan langsung mengambil uang di saku  bajunya. “mau gue beliin nggak? Yaelah gitu aja lo perhitungan sama temen sendiri. Gue kan juga pernah jajanin lo, bimo!!”  mencoba membela diri. “kapan?” tanya bimo terheran sambil mengangkat kedua alisnya. “ongkos bus yang bayarin kan gueungkap velo merasa pahlawan. “yaelahh itu sih pake duit gue. Gue waktu itu nggak bawa duit, dan gue ganti besoknya. Udah buru jadi ngebacot mulu lo vel” bimo langsung mendorong velo. “Oke jangan kemana-mana brotawa velo mengejek. kemudian ia pergi ke kantin. Dan bimo melanjutkan kembali membaca buku novel yang dipegangnya. novel tentang komedi remaja. Bimo anak paling pintar di kelas. Jago matematika tapi belum pernah pacaran. sedangkan velo justru kebalikan dari bimo. pria paling malas belajar dan tak jago dengan pelajaran apapun. Velo lebih suka nge-band dari pada belajar. Melihat buku saja velo sudah malas.
Dari SD ia tak pernah masuk dalam kategori juara kelas. Setiap ujian kerjaannya hanya mencontek. Velo tak pernah mengerjakan PR. Pernah sih itu juga jarang. Teman sebangkunya yang menjadi penyelamat velo. Setiap ada PR selalu dikasih contekan.

Monday, 3 November 2014

LDR jodoh yang tertunda


Cinta itu kadang juga bikin kesal.cinta yang begitu antusias, Emosi pun keluar dan itu ada sebabnya. Entah itu karena pacar ngga ngasih kabar, entah itu pacar sering ngeselin sama sifatnya yang gak peka. Bikin gondok intinya deh. LDR, (Long distance Relationship). Pacaran jarak jauh gak ngejamin awet. Mungkin hanya orang-orang beriman aja kali ya yang bisa kuat. Kuat ngadepin pemikiran curiga terhadap dia, kuat dijarangin ngasih kabar sama si dia dan LDR mesti  kuat tahan batin. Dan ikhlas pasrah lahir batin. Banyak banget pasangan yang putus karena keadaan,  jarak yang memisahkan pasangan tersebut. Kalau sama-sama ego gue yakin, pacaran Cuma 2 hari atau paling lama seminggu pasti putus. Kadang juga suka salah paham. Gara-gara jaringan internet yang lemot terus dia yang nan jauh dimata menyangka kamu gak balas bbm nya atau gak balas sms, chat fb dan alat lainnya yang berhubungan dengan komunikasi. Jaringan internet juga penting banget buat ngelancarin komunikasi untuk LDR. Jaringan eror hubungan komunikasi pun jadi ikutan.. rusak.! Salah paham, disangkanya ga pernah ngaasih kabar. Padahal bbm atau sms nyangkut gak jelas baru nyampe 3 hari kemudian. -___- apakah Resiko LDR dengan status jomblo?  LDR resikonya jauh lebih besar dibanding status jomblo. Paling kalau status jomblo Cuma di ejek “malem minggu ga punya pasangan dan bisanya Cuma ngegalau dan jadi kang stalker di media sosial”. Ya paling itu aja sih status jomblo di bully gitu. Kalau yang cuek sih enak enjoy dont care kalo kata yang nyante mah. Coba LDR? Ya paling sering diginiin “ciyeee pacarnya kemana? Malem minggu masa lewat telpon doang?” terus lo harus bilang apa? Mau dikata apa, mau lo cuek-cuekin juga tetep LDR itu paling ngebatin. Hey LDR yang kurang kuat imannya, Hati kamu ngebatin ga? :p Kalo udah di ejek begitu pasti langsung muncul pemikiran begini “Mau putus tapi udah sayang, gak putus tapi begini terus, ribut terus. Yaudah bingung, mentoknya antara pasrah, selingkuh dan putus. khusus para LDR, lo pilih mana?