Izzy adinda
zahra. Izzy adalah salah satu siswi di sekolah SMA negeri jakarta. kini izzy
mulai menemukan pasangan sejati. Banyak yang mengatakan bahwa cinta tidak
selamanya bahagia dan setiap hubungan pasti akan mengalami suatu permasalahan. Gadis
itu percaya dengan hal itu. ia bahagia dengan pasangannya yang sekarang. Pria
itu beda. Dia mengerti apa yang izzy rasa, dia mengerti apa yang membuat izzy
gelisah. Dia lebih mengerti izzy dibanding izzy yang mengerti dirinya sendiri.
Dan izzy nyaman sekali jika berada didekatnya. Pria itu adalah indra
lonverizky. gadis itu biasa memanggilnya dengan sebutan kokoh indra. Karena pria
itu memiliki mata yang sipit, hidung mancung dan berkulit putih. izzy dan indra
memang mempunyai suatu permasalahan. Dan itu pasti ada saja permasalahan yang datang
setiap kali. Berbagai mecam permasalahan mungkin bisa diselesaikan dengan
singkat waktu. dan mereka kembali menyatu. Ada satu permasalahan yang tidak
bisa selesai seperti masalah-masalah lainnya. izzy beda keyakinan dengan indra.
Indra beragama budha sedangkan izzy beragama islam. Izzy disekolah selalu
memakai jilbab. Indra menghormati agama izzy dan sebaliknya, izzy juga mengerti
agama indra. Mereka saling menghargai. Indra sama sekali tidak pernah menyentuh
izzy. Karena izzy pernah mengatakan kalau pacaran boleh saja, asalkan
pacarannya sehat. “kamu tau kenapa aku melarang kamu buat megang tanganku kaya
pasangan pada umumnya?” “karena kamu
nggak mau mengkhianati tuhan-Mu. Bener kan?”
sambung indra memotong ucapan izzy. tebakan indra memang benar. “kamu tenang aja ya. Aku emang nggak tau
aturan agama kamu, tapi yang jelas. Aku janji, selama kita pacaran, aku nggak
akan macam-macam sama kamu” jelasnya dengan seulas senyuman. Izzy membalasnya
dengan senyuman bahagia.
“apa kamu yakin
kita bakalan bareng-bareng kaya gini sampai selamanya?” tanya izzy. “kamu nggak yakin?” indra balik nanya. “aku
nanya kamu, malah nanya balik” jawab izzy sedikit cemberut. “izzy yang cantik, kalau kita memikirkan hal
itu yang ada malah bikin stress. Kita cukup mikirin satu hal..” “apa?” tanya
izzy penasaran. “hari ini kita bahagia. Udah itu aja yang kita harus pikirin.
Okay?” menatap izzy. “oke..” sedikit
senyum paksa di wajah izzy. Hanya
disekolah saja mereka saling ketemu. Di tempat lain mereka jarang ketemuan.
orang tua mereka tidak menyetujui hubungan mereka berdua. Izzy dan indra harus
putus atas permintaan kedua orang tua mereka masing-masing. Awalnya mereka
menuruti keinginan kedua orang tuanya, tapi kekuatan cinta menyatukan mereka
kembali. Izzy tidak bisa jauh dari indra, sebaliknya indra pun sama. Cinta
mereka begitu kuat.akhirnya mereka memutuskan untuk pacaran diam-diam tanpa ada
yang mengetahui, termasuk kedua orang tuanya.
Setiap malam mereka hanya bisa skype saja. di luar rumah mereka hanya
bertemu disekolah. Karena izzy tidak di ijinkan untuk keluar rumah, kecuali
aktifitas disekolah. Saat itu izzy ingin sekali bertemu dengan indra. “aku mau
ketemu sama kamu sekarang koh..” kata
izzy sediit meneteskan air mata lewat skpye. “itu nggak mungkin, kamu kan nggak
boleh keluar malam?” jawab indra. “kamu tahan pacaran sama aku. Tiap malam
nggak ketemu. Kita itu pasangan yang aneh koh..” gumam izzy. “ya aku tau. Tapi
aku nggak perduli. Aku sayang sama kamu tulus kok. nggak perduli aturan pacaran
kaya apa. Aku tau pasangan lain tiap malam minggu kaya gini jalan keluar
berdua. Seneng-seneng di malam weekend gini. Aku tau itu, zy.. bagi aku itu
nggak penting. Lewat skype kaya gini aku udah lebih dari seneng. Dari pada
nggak sama sekali melihat kamu. Karena masih ada skype. Aku terselamatkan”
jelasnya. “tapi jalan diluar malam minggu kaya gini menyenangkan koh..” keluh
izzy. “lagi pula di luar hujan. Enakan
di kamar, liat wajah kamu sepnuhnya lewat skype. Kok kamu jadi ngeluh gini sih?
Kenapa?” tanya indra dengan pelan. “aku
mau ketemu kamu. Emang kamu nggak bosan lewat skype? Aku aja bosan” kata izzy
sedikit manja. “nggak kok nggak bosan. Udah ah jangan sedih.. ini kan malam minggu.
Hhmmm.. gimana kalau aku nyanyiin satu lagu buat kamu?” usul indra dengan
ceria. Indra mengambil gitarnya yang tidak jauh darinya. Ia mulai memainkan
gitarnya dan bernyanyi. indra memang jago memainkan gitar. Suara indra juga
bagus. Indra salah satu personil band disekolahnya. Lagu yang indra bawakan lagu
tersebut membuat perasaan izzy jadi lebih membaik. indra berhasil dan selalu
berhasil mengembalikan senyum, juga tawnya izzy. Indra benci sekali melihat
izzy sedih, apalagi sampai meneteskan air mata seperti tadi.
Saat indra ingin
pergi ke toilet, ia melewati kelas izzy. Pasti mata indra mengarah ke kelas
izzy, mencari pasangannya sedang apa dikelas sambil berjalan pelan-pelan. Izzy
dikelas sedang bercanda dengan laki-laki lain. Indra berhenti didepan kelas
izzy untuk melihat lebih jelas lagi..
Laki-laki itu memang hanya sebatas teman sekelas saja. tapi indra tidak
sanggup melihat kekasihnya tertawa lepas seperti itu dengan laki-laki lain. Saat
itu indra cemburu. Sangat cemburu. Karena indra hanya ingin melihat izzy
tertawa saat bersamanya, bukan dengan laki-laki lain. Pria itu terus memandangi
dan mengepalkan kedua tangannya menahan emosi. Indra mengirim pesan singkat
kepada izzy lewat SMS. “aku cemburu liat kamu ketawa lepas sama cowok lain” setelah membaca isi
pesan dari indra, mata izzy mencari di sudut luar. Dan bangkit dari tempat
duduknya keluar pintu mencari indra. Indra sudah menghilang seketika. Izzy
langsung membalas pesan indra. “kenapa cemburu? Kamu tau kan mereka itu Cuma
temen aku. Apa yang kamu cemburuin coba?” send to kokoh indra. Indra tidak
membalas pesan izzy. Gadis itu meunggu balasan dari indra. Karena lelah
menunggu tidak di balas indra, izzy kembali mengobrol dengan teman-teman di
kelasnya. Saat asyik mengobrol dan lupa dengan dirinya yang harus menunggu
balasan dari indra, akhirnya indra membalas. “Cuma aku yang buat kamu ketawa
lepas kaya gitu. Tanpa terkecuali..” hatinya langsung down setelah membaca
balasan dari indra. Gadis itu khawatir seketika dengan perasaan indra saat ini.
“nanti kita ketemu ya di depan kelasku” balas
izzy.
Di depan kelas
mereka bertemu. “kamu tau nggak? Permasalahan apa yang nggak bisa di selesaikan
selama kita pacaran?” indra acuh tak acuh mengangkat kedua bahunya. “kita beda
agama. Selain itu kita nggak boleh menambah masalah. Sebaiknya kamu hapus rasa
cemburu kamu itu. kecemburuan kamu itu nggak akan menyelesaikan masalah. Malah
nambah masalah” jelasnya. Indra berpikir kembali. Ucapan izzy memang
benar. “maafin aku ya” menatap izzy
dengan merasa bersalah. “kamu tidak perlu minta maaf. aku tau kamu cemburu kaya
gitu karena sayang banget kan sama aku?” “yee ge-er kamu” kata indra sambil
tertawa. “ih bener kan, ah rese.
Ngerusak deh” gerutu izzy. “iya iya... tapi aku janji nggak akan cemburu lagi.
Ini kesalahan terfatalku. Dan aku nggak akan ngambek lagi kaya tadi” kata indra dengan seulas senyuman. “oh.. jadi
kamu tadi ngambek” ejekan izzy sambil mengangguk. “ah rese deh. Ngerusak” kata
indra. “jiah.. kata-kata aku di copas” mereka berdua kembali tertawa. “kamu kalo lagi ngambek jelek banget tau” kata
izzy. “tapi kok kata temen aku, aku kalo lagi ngapain aja ganteng” indra membela diri. “apa???? Nggak salah
denger??? Waah ada yang nggak beres sama temen kamu. Jangan-jangan dia
itu......” “apaan sih kamu. Mahoo maksudnya? Yeeee nggak mungkin. Dia itu ceweknya banyak. Nggak
percaya? Tanya aja sama orangnya langsung” jawab indra. “ngapain coba kepoin
orang? Nggak penting banget deh” kata izzy dengan santai.
2 tahun
kemudian..
Izzy dan indra
lulus bersama dengan hasil yang sangat baik. Mereka saling memperlihatkan nilai
hasil ujiannya. Suasana senang riang gembira karena 100% lulus semua. “ngomong-ngomong kamu mau kuliah
dimana?” tanya indra. “aku di universitas
islam negeri. Kamu?” tanya izzy. “rencananya sih aku mau mauk di politeknik
negeri bandung” jawab indra tidak senang karena akan semakin jauh saja dengan
izzy. “kenapa nggak di jakarta aja?” tanya izzy. “ayahku tugas di bandung dan
nggak mungkin pulang balik setiap minggu. Setelah lulus SMA, aku sekeluarga
pindah ke bandung” jelasnya. Membuat izzy down.
Indra melihat wajah izzy mulai sedih. “tenang aja.. kita kan masih punya
skype” kata indra sambil tersenyum berusaha menenangkan izzy. Dan gadis itu
menangis. “rasanya aku ingin sekali menghapus setiap tetesan air mata kamu yang
jatuh itu. tapi aku sudah janji tidak akan macam-macam” dari awal berpacaran, indra
memang tidak pernah menyentuh izzy. “aku mau kamu hapus air mata kamu sekarang
juga. Ayoo hapus” kata indra dengan
seulas senyuman. Dan gadis itu menuruti keinginan kekasihnya. Gadis itu selalu
berusaha menahan tangisan, namun ia tidak bisa dan air mata selalu keluar pada
saat bersama indra. Ia tidak pernah bisa menangis di depan orang lain, kecuali
dengan indra. Gadis itu malu jika sampai benar-benar menangis di hadapan orang
lain. Ia hanya bisa menagis ketika sedang bersama indra. Izzy mulai tersenyum
sambil menghapus air matanya sendiri. “nah.. gitu dong. Kan jadi lebih
cantik” kata indra dengan santai dan
tersenyum.
Izzy malam hari
meminta izin kerumah temannya izzy ingin kerja kelompok. “bunda.. aku mau
kerumah anggi. Ada tugas kelompok. Boleh gak bun?” pintanya. “bener kamu kerja
kelompok dirumah anggi? Awas ya kalau sampai ketahuan bohong. Yasudah.. biar di
antar sama pak udin” jawab ibunya anggi dengan nada pelan. “tapi nanti
pulangnya aku di antar sama anggi ya. Pak udin pulang aja..” pintanya lagi.
“loh memangnya kenapa? Kamu bener kan mau kerja kelompok? Apa malah mau jalan
sama laki-laki itu yang agamanya budha” tebaknya. “ya ampun bunda.. nggak boleh suhudzon sama
orang. Kan bunda pernah bilang. Kita nggak boleh nuduh sembarangan kalau belum
ada kenyataannya. Dosa” tutur izzy. “yaudah... sana pergi” suruhnya dengan lembut. “aku pergi dulu ya
bunda. Assalamu’alaikum” kata izzy mencium tangan ibunya untuk pamit.
“walaikumsallam.. hati-hati” pesannya. Sesampainya di rumah anggi, ternyata
didalam ada indra. Izzy memang sudah mengetahuinya, karena dari awal sudah
sepakat akan belajar bersama dirumah anggi. Izzy tidak mengatakan kepada ibunya
kalau disana ada indra. Namun bukan berarti izzy membohongi ibunya, ia jujur
akan kerja kelompok dirumah anggi. Hanya saja ia tidak mengatakan ada indra
disana. Jadi, izzy tidak berbohong. Dirumah anggi ada indra, dan 3 orang teman
kelas izzy lainnya. Mereka belajar bersama. indra dan izzy duduk bersebalahan.
Ada pelajaran yang tidak dimengerti izzy. “koh.. ini apa maksudnya? Aku nggak
ngerti deh” izzy menunjukkan buku pelajar miliknya. Indra melihat dan
memperhatikan soal yang ada di buku tersebut. “oh.. gini loho. Masa kamu nggak
tau sih? Oneng dasar” senyuman ejekan indra. “apasih yee. Orang nggak ngerti”
izzy membela dirinya sambil menahan tawanya. Indra menjelaskan inci demi inci.
Dan akhirnya izzy mengerti. sudah satu jam mereka duduk belajar bersama, izzy
berulang kali menanyakan pelajaran apa yang tidak dimengertinya. Dan indra
menjelaskannya dengan jelas. “indra.. ngapain kamu disini?” terdengar suara
seseorang. Dan ternyata itu suara ibunya indra yang sudah berdiri melototi
indra dan izzy. “mamah.. ngapain kesini?” kata indra terkejut. Semua mata
tertuju megarah ibunya indra. “kamu yang ngapain disini dengan gadis itu?” kata ibunya indra. “aku belajar bareng mah
disini. Nggak ngapa-ngapain kok” jawab indra membela diri. “sekarang kamu
pulang. Ayoo” ibunya indra menarik tangan indra memaksa untuk pulang. “apaan
sih ma..!!” menolak ajakan ibunya, berusaha melepaskan genggaman tangan dari
ibunya. “udah kamu nurut aja sama ibu kamu” kata izzy dengan suara pelan. Namun
masih terdengar oleh ibunya indra. “ayoo pulang, kamu itu dibilangin sama orang
tua jangan dekat-dekat dengan gadis yang beda dengan kita. Masih membantah”
indra menoleh izzy, menatap mata izzy. Dan izzy hanya tersenyum ikhlas dan
mengangguk mengartikan bahwa dirinya tidak apa-apa. Indra pun dengan tidak senang
hati langsung menuruti ibunya untuk pulang.
Jam 2 malam
indra whatsapp izzy. “besok pulang sekolah kita ketemuan ya ditempat biasa”
ponsel izzy berbunyi, namun izzy sudah tertidur pulas.
Pagi harinya..
izzy berangkat sekolah membuka pesan dari indra. Hanya di baca saja sambil
tersenyum. Bel pulang. “ting.....tung...ting..tung...” (suara bel berbunyi)
semua siswa keluar kelas. Suara bising terdengar di setia kelas. Indra sudah
duduk menunggu didepan kelas izz sambil memainkan ponselnya. Semua siswa sudah
pulang. Kelas sudah sepi. Hanya ada beberapa orang yang masih di dalam maupun
diluar kelas. “hay..” sapanya gadis itu denga riang. Izzy duduk disebelah indra
memberi jarak 35 cm. “ada apa? Oh iya tadi kok tumben jam istirahat nggak
nyamperin aku ke kelas?” wajah indra nyaris tidak seperti biasanya. Terlihat
gelisah dan sedih. “kamu kenapa? Lagi ada masalah?” tanya izzy lagi. “kita
putus aja ya, zy?” tutur indra dengan ragu. Izzy terkejut dan tidak percaya.
Apa yang ia khawatirkan ternyata terjadi. Izzy sudah bisa menebak pasti masalah
semalam ibunya datang kerumah anggi. “semalam ibu kamu marah ya?” tebaknya
dengan nada pelan nyaris hampir meneteskan air mata. “semalam aku bingung, mama
aku menyuruh aku jauhin kamu. Awalnya aku menolak permintaannya. Sampai aku
berantem hebat sama mama. Padahal kamu pernah bilang sama aku. Tuhan itu nggak
suka sama orang yang berani melawan ibunya. semalem aku benar-benar emosi,
izzyt.. mama aku mengancam aku. Kalau aku tidak putus sama kamu, mama aku yang
akan nyamperin kamu. Aku nggak mau mama aku ngomong sesuatu yang buat kamu
sakit hati. Makannya hari ini aku terpaksa jauhin kamu. Tapi kamu tenang aja
kita masih ada skype” detail indra sedikit memberikan seulas senyuman. “aku
ngerti.. yaudah aku teriam keputusan kamu. Kita emang nggak selamanya bisa
bareng-bareng kaya gini. Dari awal aku
juga pernah bilang kan. Dan akhirnya kejadian juga apa yang aku khawatirkan”
kata izzy dengan suara pelan. Ia terlihat langsung lesu dan menunduk. “kamu
jangan sedih ya. Kita bisa skype-an kan? Tenang aja” berusaha menenangkan izzy.
“senyum dong..” pintanya indra sambil menatap izzy dengan tulus. Izzy
tersenyum.
Sepasang yang
memiliki perbedaan keyakinan ini sudah tidak lagi bersama layaknya seorang
sepasang kekasih. Yang biasanya setiap jam istirahat ke kantin bareng, sekarang
sudah tidak lagi. Mereka sudah berpisah dengan sangat berat hati. Walaupun
mereka sudah saling berjauhan, namun perasaan itu tetap dekat. Walaupun mereka
berbeda keyakinan, namun cinta mereka tetap sama. Walaupun raga mereka tidak
lagi menyatu, namun hati mereka tetap satu. izzy dan indra saling mencintai.
Cinta yang sederhana tidak mempunyai bahkan tidak meng-adakan syarat dan
ketentuan apapun. Tidak memandang perbedaan.
Cinta mereka datangnya dari hati. Izzy dan indra tidak pernah menyalahkan
keadaan, tidak pernah menyalahkan orang-orang yang tidak suka dengan hubungan
mereka. Tidak pernah menyalahkan Tuhan. Dan ia tahu bahwa Ini bukanlah suatu
ketidak adilan, melainkan ini adalah takdir. Dan takdir tidak bisa di lawan.
Izzy ikhlas dengan semuanya. Dan indra juga pernah belajar ikhlas dari izzy.
Indra juga ikhlas dengan takdir ini.