Friday, 27 June 2014

Cinta Tanpa syarat




Izzy adinda zahra. Izzy adalah salah satu siswi di sekolah SMA negeri jakarta. kini izzy mulai menemukan pasangan sejati. Banyak yang mengatakan bahwa cinta tidak selamanya bahagia dan setiap hubungan pasti akan mengalami suatu permasalahan. Gadis itu percaya dengan hal itu. ia bahagia dengan pasangannya yang sekarang. Pria itu beda. Dia mengerti apa yang izzy rasa, dia mengerti apa yang membuat izzy gelisah. Dia lebih mengerti izzy dibanding izzy yang mengerti dirinya sendiri. Dan izzy nyaman sekali jika berada didekatnya. Pria itu adalah indra lonverizky. gadis itu biasa memanggilnya dengan sebutan kokoh indra. Karena pria itu memiliki mata yang sipit, hidung mancung dan berkulit putih. izzy dan indra memang mempunyai suatu permasalahan. Dan itu pasti ada saja permasalahan yang datang setiap kali. Berbagai mecam permasalahan mungkin bisa diselesaikan dengan singkat waktu. dan mereka kembali menyatu. Ada satu permasalahan yang tidak bisa selesai seperti masalah-masalah lainnya. izzy beda keyakinan dengan indra. Indra beragama budha sedangkan izzy beragama islam. Izzy disekolah selalu memakai jilbab. Indra menghormati agama izzy dan sebaliknya, izzy juga mengerti agama indra. Mereka saling menghargai. Indra sama sekali tidak pernah menyentuh izzy. Karena izzy pernah mengatakan kalau pacaran boleh saja, asalkan pacarannya sehat. “kamu tau kenapa aku melarang kamu buat megang tanganku kaya pasangan pada umumnya?”  “karena kamu nggak mau mengkhianati tuhan-Mu. Bener kan?”  sambung indra memotong ucapan izzy. tebakan indra memang benar.  “kamu tenang aja ya. Aku emang nggak tau aturan agama kamu, tapi yang jelas. Aku janji, selama kita pacaran, aku nggak akan macam-macam sama kamu” jelasnya dengan seulas senyuman. Izzy membalasnya dengan senyuman bahagia.
“apa kamu yakin kita bakalan bareng-bareng kaya gini sampai selamanya?” tanya izzy.  “kamu nggak yakin?” indra balik nanya. “aku nanya kamu, malah nanya balik” jawab izzy sedikit cemberut.  “izzy yang cantik, kalau kita memikirkan hal itu yang ada malah bikin stress. Kita cukup mikirin satu hal..” “apa?” tanya izzy penasaran. “hari ini kita bahagia. Udah itu aja yang kita harus pikirin. Okay?”  menatap izzy. “oke..” sedikit senyum paksa di wajah izzy.  Hanya disekolah saja mereka saling ketemu. Di tempat lain mereka jarang ketemuan. orang tua mereka tidak menyetujui hubungan mereka berdua. Izzy dan indra harus putus atas permintaan kedua orang tua mereka masing-masing. Awalnya mereka menuruti keinginan kedua orang tuanya, tapi kekuatan cinta menyatukan mereka kembali. Izzy tidak bisa jauh dari indra, sebaliknya indra pun sama. Cinta mereka begitu kuat.akhirnya mereka memutuskan untuk pacaran diam-diam tanpa ada yang mengetahui, termasuk kedua orang tuanya.  Setiap malam mereka hanya bisa skype saja. di luar rumah mereka hanya bertemu disekolah. Karena izzy tidak di ijinkan untuk keluar rumah, kecuali aktifitas disekolah. Saat itu izzy ingin sekali bertemu dengan indra. “aku mau ketemu sama kamu sekarang koh..”  kata izzy sediit meneteskan air mata lewat skpye. “itu nggak mungkin, kamu kan nggak boleh keluar malam?” jawab indra. “kamu tahan pacaran sama aku. Tiap malam nggak ketemu. Kita itu pasangan yang aneh koh..” gumam izzy. “ya aku tau. Tapi aku nggak perduli. Aku sayang sama kamu tulus kok. nggak perduli aturan pacaran kaya apa. Aku tau pasangan lain tiap malam minggu kaya gini jalan keluar berdua. Seneng-seneng di malam weekend gini. Aku tau itu, zy.. bagi aku itu nggak penting. Lewat skype kaya gini aku udah lebih dari seneng. Dari pada nggak sama sekali melihat kamu. Karena masih ada skype. Aku terselamatkan” jelasnya. “tapi jalan diluar malam minggu kaya gini menyenangkan koh..” keluh izzy.  “lagi pula di luar hujan. Enakan di kamar, liat wajah kamu sepnuhnya lewat skype. Kok kamu jadi ngeluh gini sih? Kenapa?” tanya indra dengan pelan.  “aku mau ketemu kamu. Emang kamu nggak bosan lewat skype? Aku aja bosan” kata izzy sedikit manja. “nggak kok nggak bosan. Udah ah jangan sedih.. ini kan malam minggu. Hhmmm.. gimana kalau aku nyanyiin satu lagu buat kamu?” usul indra dengan ceria. Indra mengambil gitarnya yang tidak jauh darinya. Ia mulai memainkan gitarnya dan bernyanyi. indra memang jago memainkan gitar. Suara indra juga bagus. Indra salah satu personil band disekolahnya. Lagu yang indra bawakan lagu tersebut membuat perasaan izzy jadi lebih membaik. indra berhasil dan selalu berhasil mengembalikan senyum, juga tawnya izzy. Indra benci sekali melihat izzy sedih, apalagi sampai meneteskan air mata seperti tadi.
Saat indra ingin pergi ke toilet, ia melewati kelas izzy. Pasti mata indra mengarah ke kelas izzy, mencari pasangannya sedang apa dikelas sambil berjalan pelan-pelan. Izzy dikelas sedang bercanda dengan laki-laki lain. Indra berhenti didepan kelas izzy untuk melihat lebih jelas lagi..  Laki-laki itu memang hanya sebatas teman sekelas saja. tapi indra tidak sanggup melihat kekasihnya tertawa lepas seperti itu dengan laki-laki lain. Saat itu indra cemburu. Sangat cemburu. Karena indra hanya ingin melihat izzy tertawa saat bersamanya, bukan dengan laki-laki lain. Pria itu terus memandangi dan mengepalkan kedua tangannya menahan emosi. Indra mengirim pesan singkat kepada izzy lewat SMS. “aku cemburu liat kamu ketawa  lepas sama cowok lain” setelah membaca isi pesan dari indra, mata izzy mencari di sudut luar. Dan bangkit dari tempat duduknya keluar pintu mencari indra. Indra sudah menghilang seketika. Izzy langsung membalas pesan indra. “kenapa cemburu? Kamu tau kan mereka itu Cuma temen aku. Apa yang kamu cemburuin coba?” send to kokoh indra. Indra tidak membalas pesan izzy. Gadis itu meunggu balasan dari indra. Karena lelah menunggu tidak di balas indra, izzy kembali mengobrol dengan teman-teman di kelasnya. Saat asyik mengobrol dan lupa dengan dirinya yang harus menunggu balasan dari indra, akhirnya indra membalas. “Cuma aku yang buat kamu ketawa lepas kaya gitu. Tanpa terkecuali..” hatinya langsung down setelah membaca balasan dari indra. Gadis itu khawatir seketika dengan perasaan indra saat ini. “nanti kita ketemu ya di depan kelasku”  balas izzy.
Di depan kelas mereka bertemu. “kamu tau nggak? Permasalahan apa yang nggak bisa di selesaikan selama kita pacaran?” indra acuh tak acuh mengangkat kedua bahunya. “kita beda agama. Selain itu kita nggak boleh menambah masalah. Sebaiknya kamu hapus rasa cemburu kamu itu. kecemburuan kamu itu nggak akan menyelesaikan masalah. Malah nambah masalah” jelasnya. Indra berpikir kembali. Ucapan izzy memang benar.  “maafin aku ya” menatap izzy dengan merasa bersalah. “kamu tidak perlu minta maaf. aku tau kamu cemburu kaya gitu karena sayang banget kan sama aku?” “yee ge-er kamu” kata indra sambil tertawa.  “ih bener kan, ah rese. Ngerusak deh” gerutu izzy. “iya iya... tapi aku janji nggak akan cemburu lagi. Ini kesalahan terfatalku. Dan aku nggak akan ngambek lagi kaya tadi”  kata indra dengan seulas senyuman. “oh.. jadi kamu tadi ngambek” ejekan izzy sambil mengangguk. “ah rese deh. Ngerusak” kata indra. “jiah.. kata-kata aku di copas” mereka berdua kembali tertawa.  “kamu kalo lagi ngambek jelek banget tau” kata izzy. “tapi kok kata temen aku, aku kalo lagi ngapain aja ganteng”  indra membela diri. “apa???? Nggak salah denger??? Waah ada yang nggak beres sama temen kamu. Jangan-jangan dia itu......” “apaan sih kamu. Mahoo maksudnya? Yeeee nggak  mungkin. Dia itu ceweknya banyak. Nggak percaya? Tanya aja sama orangnya langsung” jawab indra. “ngapain coba kepoin orang? Nggak penting banget deh” kata izzy dengan santai.
2 tahun kemudian..
Izzy dan indra lulus bersama dengan hasil yang sangat baik. Mereka saling memperlihatkan nilai hasil ujiannya. Suasana senang riang gembira karena 100%  lulus semua. “ngomong-ngomong kamu mau kuliah dimana?”  tanya indra. “aku di universitas islam negeri. Kamu?” tanya izzy. “rencananya sih aku mau mauk di politeknik negeri bandung” jawab indra tidak senang karena akan semakin jauh saja dengan izzy. “kenapa nggak di jakarta aja?” tanya izzy. “ayahku tugas di bandung dan nggak mungkin pulang balik setiap minggu. Setelah lulus SMA, aku sekeluarga pindah ke bandung” jelasnya. Membuat izzy down.  Indra melihat wajah izzy mulai sedih. “tenang aja.. kita kan masih punya skype” kata indra sambil tersenyum berusaha menenangkan izzy. Dan gadis itu menangis. “rasanya aku ingin sekali menghapus setiap tetesan air mata kamu yang jatuh itu. tapi aku sudah janji tidak akan macam-macam” dari awal berpacaran, indra memang tidak pernah menyentuh izzy. “aku mau kamu hapus air mata kamu sekarang juga. Ayoo hapus”  kata indra dengan seulas senyuman. Dan gadis itu menuruti keinginan kekasihnya. Gadis itu selalu berusaha menahan tangisan, namun ia tidak bisa dan air mata selalu keluar pada saat bersama indra. Ia tidak pernah bisa menangis di depan orang lain, kecuali dengan indra. Gadis itu malu jika sampai benar-benar menangis di hadapan orang lain. Ia hanya bisa menagis ketika sedang bersama indra. Izzy mulai tersenyum sambil menghapus air matanya sendiri. “nah.. gitu dong. Kan jadi lebih cantik”  kata indra dengan santai dan tersenyum.

Izzy malam hari meminta izin kerumah temannya izzy ingin kerja kelompok. “bunda.. aku mau kerumah anggi. Ada tugas kelompok. Boleh gak bun?” pintanya. “bener kamu kerja kelompok dirumah anggi? Awas ya kalau sampai ketahuan bohong. Yasudah.. biar di antar sama pak udin” jawab ibunya anggi dengan nada pelan. “tapi nanti pulangnya aku di antar sama anggi ya. Pak udin pulang aja..” pintanya lagi. “loh memangnya kenapa? Kamu bener kan mau kerja kelompok? Apa malah mau jalan sama laki-laki itu yang agamanya budha” tebaknya.  “ya ampun bunda.. nggak boleh suhudzon sama orang. Kan bunda pernah bilang. Kita nggak boleh nuduh sembarangan kalau belum ada kenyataannya. Dosa” tutur izzy. “yaudah... sana pergi”  suruhnya dengan lembut. “aku pergi dulu ya bunda. Assalamu’alaikum” kata izzy mencium tangan ibunya untuk pamit. “walaikumsallam.. hati-hati” pesannya. Sesampainya di rumah anggi, ternyata didalam ada indra. Izzy memang sudah mengetahuinya, karena dari awal sudah sepakat akan belajar bersama dirumah anggi. Izzy tidak mengatakan kepada ibunya kalau disana ada indra. Namun bukan berarti izzy membohongi ibunya, ia jujur akan kerja kelompok dirumah anggi. Hanya saja ia tidak mengatakan ada indra disana. Jadi, izzy tidak berbohong. Dirumah anggi ada indra, dan 3 orang teman kelas izzy lainnya. Mereka belajar bersama. indra dan izzy duduk bersebalahan. Ada pelajaran yang tidak dimengerti izzy. “koh.. ini apa maksudnya? Aku nggak ngerti deh” izzy menunjukkan buku pelajar miliknya. Indra melihat dan memperhatikan soal yang ada di buku tersebut. “oh.. gini loho. Masa kamu nggak tau sih? Oneng dasar” senyuman ejekan indra. “apasih yee. Orang nggak ngerti” izzy membela dirinya sambil menahan tawanya. Indra menjelaskan inci demi inci. Dan akhirnya izzy mengerti. sudah satu jam mereka duduk belajar bersama, izzy berulang kali menanyakan pelajaran apa yang tidak dimengertinya. Dan indra menjelaskannya dengan jelas. “indra.. ngapain kamu disini?” terdengar suara seseorang. Dan ternyata itu suara ibunya indra yang sudah berdiri melototi indra dan izzy. “mamah.. ngapain kesini?” kata indra terkejut. Semua mata tertuju megarah ibunya indra. “kamu yang ngapain disini dengan gadis itu?”  kata ibunya indra. “aku belajar bareng mah disini. Nggak ngapa-ngapain kok” jawab indra membela diri. “sekarang kamu pulang. Ayoo” ibunya indra menarik tangan indra memaksa untuk pulang. “apaan sih ma..!!” menolak ajakan ibunya, berusaha melepaskan genggaman tangan dari ibunya. “udah kamu nurut aja sama ibu kamu” kata izzy dengan suara pelan. Namun masih terdengar oleh ibunya indra. “ayoo pulang, kamu itu dibilangin sama orang tua jangan dekat-dekat dengan gadis yang beda dengan kita. Masih membantah” indra menoleh izzy, menatap mata izzy. Dan izzy hanya tersenyum ikhlas dan mengangguk mengartikan bahwa dirinya tidak apa-apa. Indra pun dengan tidak senang hati langsung menuruti ibunya untuk pulang.
Jam 2 malam indra whatsapp izzy. “besok pulang sekolah kita ketemuan ya ditempat biasa” ponsel izzy berbunyi, namun izzy sudah tertidur pulas.

Pagi harinya.. izzy berangkat sekolah membuka pesan dari indra. Hanya di baca saja sambil tersenyum. Bel pulang. “ting.....tung...ting..tung...” (suara bel berbunyi) semua siswa keluar kelas. Suara bising terdengar di setia kelas. Indra sudah duduk menunggu didepan kelas izz sambil memainkan ponselnya. Semua siswa sudah pulang. Kelas sudah sepi. Hanya ada beberapa orang yang masih di dalam maupun diluar kelas. “hay..” sapanya gadis itu denga riang. Izzy duduk disebelah indra memberi jarak 35 cm. “ada apa? Oh iya tadi kok tumben jam istirahat nggak nyamperin aku ke kelas?” wajah indra nyaris tidak seperti biasanya. Terlihat gelisah dan sedih. “kamu kenapa? Lagi ada masalah?” tanya izzy lagi. “kita putus aja ya, zy?” tutur indra dengan ragu. Izzy terkejut dan tidak percaya. Apa yang ia khawatirkan ternyata terjadi. Izzy sudah bisa menebak pasti masalah semalam ibunya datang kerumah anggi. “semalam ibu kamu marah ya?” tebaknya dengan nada pelan nyaris hampir meneteskan air mata. “semalam aku bingung, mama aku menyuruh aku jauhin kamu. Awalnya aku menolak permintaannya. Sampai aku berantem hebat sama mama. Padahal kamu pernah bilang sama aku. Tuhan itu nggak suka sama orang yang berani melawan ibunya. semalem aku benar-benar emosi, izzyt.. mama aku mengancam aku. Kalau aku tidak putus sama kamu, mama aku yang akan nyamperin kamu. Aku nggak mau mama aku ngomong sesuatu yang buat kamu sakit hati. Makannya hari ini aku terpaksa jauhin kamu. Tapi kamu tenang aja kita masih ada skype” detail indra sedikit memberikan seulas senyuman. “aku ngerti.. yaudah aku teriam keputusan kamu. Kita emang nggak selamanya bisa bareng-bareng kaya gini.  Dari awal aku juga pernah bilang kan. Dan akhirnya kejadian juga apa yang aku khawatirkan” kata izzy dengan suara pelan. Ia terlihat langsung lesu dan menunduk. “kamu jangan sedih ya. Kita bisa skype-an kan? Tenang aja” berusaha menenangkan izzy. “senyum dong..” pintanya indra sambil menatap izzy dengan tulus. Izzy tersenyum.
Sepasang yang memiliki perbedaan keyakinan ini sudah tidak lagi bersama layaknya seorang sepasang kekasih. Yang biasanya setiap jam istirahat ke kantin bareng, sekarang sudah tidak lagi. Mereka sudah berpisah dengan sangat berat hati. Walaupun mereka sudah saling berjauhan, namun perasaan itu tetap dekat. Walaupun mereka berbeda keyakinan, namun cinta mereka tetap sama. Walaupun raga mereka tidak lagi menyatu, namun hati mereka tetap satu. izzy dan indra saling mencintai. Cinta yang sederhana tidak mempunyai bahkan tidak meng-adakan syarat dan ketentuan apapun.  Tidak memandang perbedaan. Cinta mereka datangnya dari hati. Izzy dan indra tidak pernah menyalahkan keadaan, tidak pernah menyalahkan orang-orang yang tidak suka dengan hubungan mereka. Tidak pernah menyalahkan Tuhan. Dan ia tahu bahwa Ini bukanlah suatu ketidak adilan, melainkan ini adalah takdir. Dan takdir tidak bisa di lawan. Izzy ikhlas dengan semuanya. Dan indra juga pernah belajar ikhlas dari izzy. Indra juga ikhlas dengan takdir ini.

Pertemuan singkat




Seperti biasa ya. Pada saat awal bertemu di awal perkenalan dengan seseorang itu pasti rasanya memang sangatlah indah. apapun, dimanapun, kapanpun pasti pikiran selalu berfikir positif. Bahkan pada saat itu juga gue nggak tau dan nggak pernah ketemu di dalam mainset gue sama yang namanya “pemikikran negatif tentang dirinya”. Iya bener banget, satu konsep ini gue bakal ceritain tentang gue dengan salah seorang yang menurut gue sangat dan teramat spesial...
Jadi begini ceritanya..........................................
Di hadapan gue sudah ada bif burger, brownis sandey, mocca frut dan milo panas. Memang pada saat itu gue bawa notebook mau nulis jadi gue gak laper-laper banget, pesenan gue itu semua yang berbau kopi dan coklat Cuma sekedar pengen menenangnkan otak gue aja biar lebir rileks saat nulis. Gue lahab sedikit gigitan pada bif burger gue  itu, mata gue masih tertuju pada layar notebook sesekali mengetik, sesekali minum mocca frut.saat gue menggigit bif burger itu datanglah seorang pria muda dengan tinggi badan 180 cm, putih, dan dia memakai kupluk warna abu-abu. Dilehernya dilingkari headphoe mini berwarna putih. “maaf.. gue boleh duduk disini ga? Soalnya tempat udah penuh semua” katanya sambil ribet membawa nampan yang berisi makanan pesanannya. tanpa berpikir panjang karena sudah kasihan melihat pria itu yang begitu ribet jadi langsung gue jawab “oh.. iya silahkan. Gapapa kok” jawab gue dengan yang masih dipenuhi bif burger di dalam mulut gue. “thanks yaaa” kata pria itu lalu langsung duduk dengan wajah yang ceria seperti orang yang bisulnya pecah. Legaaaaaaaaaa... itulah yang gue liat dari raut wajahnya. Pria menyantap makanannnya dengan lahab. Gue sesekali melirik. Nggak tau kenapa mata gue bawaannya pengen ngelirik itu cowok mulu. Dalam hati gue, gue harus berlaga sibuk mengetik. Padahal saat itu juga pikiran gue mulai buyar setelah melihat kegantengan wajah cowok itu. jantung gue dag dig dug gimana gitu.  yassalaam.... *_*




Gue ke kfc sendirian. (ngasih tau ajasih) gue memesan makanan, untungnya gak ngantri. Jadi gue nggak capek buat berdiri tegak menunggu giliran gue mesen makanan. Waktu itu gue sempet ngalamin ngantri sepanjang ya kira-kira sepanjang kereta yang di mall itu yang sering ditumpangi anak-anak. Tau kan? Iya saat itu juga sempat dibenak pemikiran gue nggak mau lagi makan di kfc kalau perlu nggak mau kenal lagi deh. Ya.. tapi berhubung tempat makan yang asyik dan bisa wifi gratisan Cuma kfc ajasih. Yang paling penting gak mengocek uang banyak buat makan kenyang. Pas gue mikir begitu yaudah akhirnya gue memutuskan untuk ga jadi membenci kfc. Hehehehe...
Kembali ke cerita.....
Setelah gue mendapat makanan yang gue pesan dan sudah membayarnya, gue langsung menuju tempat makan. Gue lebih suka duduk di lantai atas paling pojok dan lebih suka sofa hitam yang empuk daripada dikursi. Selain niatnya mau makan ya gue juga pengen santai-santai dong, blonjoran, bersandar. gue juga lebih suka duduk paling pojok. Kalau ditanya, kenapa? Ngga tau kenapa, enak aja. Oke gue sama si ganteng duduk berhadapan. Makanan dia hampir habis dan sepanjang dirinya menyantap, dia sama sekali engga say heloo. Sekedar senyum sesekali melanjutkan makan. Gatau kenapa hati gue bilang “ini kok orang ga bilang hay atau apa ya. Kenalan kek atau apa gitu” kata hati gue tapi dengan intonasi yang biasa aja. Gue masih asyik mengetik dengan notebook mini gue. sangking asyiknya, gue nggak sadar cowok itu angkat bangkit dari kursi karna sudah terlihat makanannya sudah habis. Gue pura-pura sok nggak ngeliat padahal mata gue sesekali kepo tertuju padanya. “hey.. gue duluan ya. Thanks udah boleh join ditempat duduk lo” katanya sambil mengumbar seulas senyuman yang begitu manis. Ngeliat senyumannya nggak tau kenapa tiba-tiba detak Jantung gue berdetak cepet banget, haduuuh lemas rasanya. “ah.. iya iya.. sama-sama” kata gue sedikit gerogi tapi berusaha tetep rileks dan membalas senyumannya. Di pergi. Dan entah kenapa mata gue masih ngeliat dia sampai dirinya beranjak depan pintu kfc. Kesekian kalinya hati gue berkata “kok ngga kenalan sih? Ah sombong banget deh. Kenalan kek atau tukeran nomer. Hhhhmmmm” kata hati gue sambil gue menghelakan nafas panjang. “ya semoga aja kita ketemu lagi deh” ucap gue sambil senyum-senyum sendiri memandangi pintu yang tadi cowok itu keluar. Pada saat itu yang ada dipikiran gue tentangnya Cuma “apakah kita bisa bertemu lagi ya?” kaya di pilem pilem gitu dah.. “Eh apasih gue. kenapa jadi genit begini. Aduh def.. biasa aja keules. Kaya nggak pernah liat cowok ganteng aja. Ih lebay. Sadar def sadar..” ucap gue dengan cepat lalu tersadar dari kegenitan pemikiran gue yang pengen banget kenalan. “udahlah.. nulis lagi aja” kata gue mengabaikan kejadian tadi dan akhirnya gue melanjutkan mengetik aja.