Wednesday, 15 August 2012

dibalik sebuah kegagalan








kegagalan pasti tidak akan pernah jauh dari rasa putus asa.. gagal membahagiakan orang tua itu juga termasuk kegagalan. Misalnya seseorang mempunyai suatu pekerjaan, saat dia sedang psikotes pada akhirnya dia mengalami kegagalan di tahap pertama. Padahal baru tahap pertama. Persaingannya yang cukup berat karena beberapa orang lainnya yang sudah berpengalaman psikotes di perusahaan itu. Dia merasa hidupnya berakhir, tidak ada gunanya.. bisa dibilang putus asa. Pada saat kembali ke halaman rumahnya, dia sempat berfikir “kenapa saya gagal? Ada apa dengan saya? Padahal itu tes sangat mudah sekali” dia terus berfikir dan terus berfikir.. jiwa dan raga begitu letih lesu, lemah bagaikan orang tak bernyawa. Karena perusahaan itu adalah perusahaan yang di inginkan oleh dia. Dan dia juga merasa sudah gagal menjadi seorang anak. Dia gagal membahagiakan orang tuanya. dia merasa dia adalah anak yang tak berguna. cukup lama dia terpuruk.. kira-kira 1 bulan..



 
Dan 1 bulan kemudian dia kembali move on, karena dia telah mendapatkan pekerjaan disebuah restaurant. Ya restaurant yang cukup untuk mengumpulkan uang biaya kuliah dia sekaligus menunujkan kepada orang tuanya, bahwa dia bisa mencari uang sendiri dan bukan anak yang buruk. Sangat senang sekali wajahnya tersenyum kembali tersenyum seperti biasanya karakter dia. Pada saat di panggil untuk interview, dia nafsu dan sangat semangat saat di panggil interview. Perbicaraan antara karyawati dengan manager ternyata sangat akrab. Seperti ada chemistry gitu.. manager ini begitu baik kepada karyawati (pelayan restaurant) perbincangannya begitu nyambung. Saat training, ternyata pemikiran dia yang merasa mudah menjadi seorang pelayan tapi itu membuahkan hasil menjadi kegagalan untuknya. Dia tidak bisa apa-apa, dia tidak mengerti dan tidak berbakat menjadi seorang pelayan. Dibalik managernya yang baik sudah mengasih perlakuan khusus untuk dia, padahal manager ini baru pertama kenal mungkin sudah merasa seperti abang dan adik mereka berdua. Dan Dia tidak bermotivasi kembali, saat dia tidak bisa apa-apa dengan berat hati dia mengundurkan diri. Dia tipe orang yang gampang sekali putus asa.. padahal jarang sekali ada manager sebaik bapak ini..
Sebelumnya dia juga pernah gagal dalam suatu pekerjaan.. yap dia sempat mendapat tawaran kerja di butik saudaranya akan tetapi keluarganya tidak setuju karena ada sesuatu dibalik kebaikannya saudaranya ini. Entah kenapa keluarga dia berfikiran seperti itu. Mungkin karean masalah keluarga. Kalau kata kakanya dia begini “kalo emang baik, orang itu kemana pas ayah udah meninggal, kemana saudara-saudara kita pas kita masih kecil? Kenapa pada baru muncul pas kita udah besar?” itulah yang penghambartnya. 

 
Dia sempat berfikir “ada apa dengan hidup saya? Kenapa setiap ada pekerjaan yang datang selalu kandas tidak pernah baik jalannya! Ujung-ujungnya pasti berakhir”
Tuhan memang mempunyai rencana dibalik kegagalan ini, jadi jangan pernah putus asa. Setiap dia mendengar kata-kata itu dari orang-orang ataupun ustadz itu hanya sesaat, kesadaran sesaat. Pada saat dia sedang mengalaminya, rasa putus asa itu pasti ada, rasa putus asa itu pasti muncul kembali.. dia terus berdoa dan berdoa agar dikasih jalan yang baik setiap mengalami suatu kegagalan agar dikasih kesabaran dan ketabahan dan dia juga berdoa jangan sampai semangatnya hilang saat mengalami kegagalan. Dan ternyata saat kita sedang mengalami kegagalan itu tidak segampang itu kita move on, tidak segampang itu kita mengembalikan senyum kita.. mungkin ada orang yang tidak pernah menyerah walau gagal. Dia cukup bingung dengan jalan hidupnya. Dia sangat tidak mengerti apa sebenarnya hidup ini, scenario Tuhan yang begitu sulit ditebak. Terkadang bahagia secara tiba-tiba, terkadang sedih secara tiba-tiba. Ada apa dengan dirinya dia, kenapa Tuhan membuat scenario untuk dia seperti ini, sangat rumit sekali melebihi rumus matematika.. lebih susah menemukan jawabannya. “Tuhan saya ingin tahu skenariomu, saya ingin tahu scenario yang kau buat untuk hamba.. hamba cukup lelah dengan semua kegagalan ini” doa dia..
banyak yang bilang.. kegagalan itu adalah awal kesuksesan kita nanti. dan kita tidak pernah gagal namun hanya berhenti untuk berusaha.. jadi jangan pernah menyerah untuk melawan kegagalan. anngap saja kegagalan ini adalah kesuksesan anda nanti. jangan berfikir "gue udah gagal tapi berfikir terus "gue pasti sukses" itu namanya niat.. insya allah jadi kebawa sama kata-kata itu :)