Wednesday, 2 July 2014

GORESAN LUKA




Aldriana putri verdinan, seorang siswi kelas 1 SMA di salah satu sekolah negeri jakarta. gadis ini hatinya belum pernah tersentuh oleh pria manapun. Aldriana biasa di panggil  rana oleh teman-temannya itu, sangat menyukai biola. Rana belum pernah berpacaran dan belum pernah jatuh cinta. Karena ia lebih suka bermain biolanya. “ran, pulang sekolah nanti kita main kerumah ines yuk?” ajakan fany, teman sebangku rana ketika bel pulang berbunyi. “aduuuh aku ada les biola  fan.. maaf ya”  kata rana. Tak enak hati menolak ajakan fany “yah.. okelah. Aku duluan ran” fany melambaikan tangan dengan cepat sambil tersenyum. “hati-hati yaaa” senyum rana. Rana keluar kelas sendirian. Dan ada pria datang dengan tergesah-gesah. Mereka saling bertabrakan tubuh. “maaf ya maaf..”  pria itu memungut buku-buku rana yang terjatuh berantakan. “iya gak apa-apa kok” rana ikut memungut bukunya. Mereka saling memandang setelah buku tertata rapih. Pria tampan itu memiliki tinggi badan 176 cm. rana hanya tersenyum dan pergi.  Pria itu bernama ara. Ara terus memandangi rana dengan wajah senyum-senyum sendiri. Dan ikut pergi meninggalkan tempat itu. rana di jemput oleh supirnya. Ia menuju tempat les biola. Rana memang lincah memainkan biolanya. Ia paling jago di antara teman-teman lesnya. Aldriana putri verdinan adalah gadis tajir. Namun ia tidak pernah menampakan kalau dirinya anak orang kaya. Dan sesungguhnya ia adalah Gadis cantik apa adanya , sederhana, juga rendah hati dan murah senyum. Gadis ini juga sangat tertutup, laki-laki sangat sulit mendekatinya. karena rana  orangnya diam dan tertutup. Kalau mengobrol dengan teman-temannya hanya ikutan tertawa dan bicara yang penting saja, tapi dia gadis yang baik. Teman-temannya sangat nyaman berteman dengan rana. Ia tidak pernah pilih-pilih teman.
Jam istirahat.. rana jajan di kantin dengan teman-temannya. Ara fauzi mulai stalkerin rana. Ia melihat rana hanya dari kejauhan saja. Ara adalah siswa kelas 2 SMA. Saat jam istirahat ara bersama teman-temannya duduk di teras depan kelasnya. Ia tidak ikut mengobrol dengan teman sebayanya, justru ia asik sendiri memandangi rana dari kejauhan.  Rana sedang makan pop mie sambil mendengarkan temannya bercerita. Rana tertawa dan tidak sadar sedang diperhatikan oleh orang lain. Ara masih sedikit senyum-senyum sendiri melihat rana tertawa. “senyumnya.. ketawanya... wajah polosnya” kata hati ara masih memandangi rana. Hatinya ingin sekali berkenalan. Tidak terasa bel masuk berbunyi. Ara melihat rana beserta teman-temannya pergi masuk ke kelas. Dan pria itu juga ikut masuk ke kelasnya.
Ara kembali memperhatikan rana dari kejauhan. Rasa inginn berkenalan dengan rana semaikn memuncak. “eh dia namanya siapa sih?” ara menunjuk rana. “oh dia itu namanya rana. Kenapa? Lo suka ya?” ejekan temannya. “Oh.. rana” kata ara dengan pelan. Rasa penasaran ara maju satu langkah. “hey.. boleh kenalan. Nama gue ara anak kelas 2 ipa 5” mengulurkan tangannya. “indah” mereka berkenalan. “Indah.. lo temennya rana kan?” tanya ara di tempat kantin. Pada saat gadis itu tidak bersama atau tidak kumpul dengan rana dan kawan-kawan. “iya. Kenapa ra?” jawabnya. “hhhmm.. gue boleh minta nomernya gak?” pintanya dengan senyuman. “buat apa? Emangnya rana kenal sama lo juga?” tanyanya. “ya nggak sih. Gue pengen kenalan aja sama rana. Boleh?” wajah memohonnya. “tapi gue tanya dulu sama orangnya ya?” “yauda deh. Sekalian salamin ya dari gue. Eh gue boleh minta nomer lo?” katanya sambil tersenyum. “oke.. gue duluan ya”  indah memberikan nomernya dan langsung pergi meninggalkan ara. Pria itu pergi dengan wajah senang.

Malam hari ara kirim pesan ke indah. “hay indah.. ini gue ara. Gimana udah di salamin belum?” send to indah. dan di balas. “udah.. ini nomernya. Tapi jangan di sebar ya” “oke. Thanks ya J” send to indah. “eh kalau boleh tau, lo suka ya sama  rana?” tanya indah lewat pesan. “iya. Gue suka sama dia. lo mau bantuin gue comblangin gak?” “oke.. tapi ada syaratnya” “apa tuh?” “lo janji ya jangan sakitin rana. Jujur.. dia itu belum pernah pacaran” “siap.. tenang aja ya indah. gue janji kok” ara sudah mendapatkan nomer rana. Dan langsung sms gadis itu. “met malam..” send to rana. “malam juga” di balas rana dengan emoticon senyum. “ini rana ya? Boleh kenalan?” “iya aku rana. Kalau boleh tau kamu siapa?”  “aku ara anak kelas 2 ipa 5” ara dan rana asyik sms-san. Ternyata rana orangnya tidak sombong. Sampai esok pagi..  Di sekolah jam istirahat ara masih sibuk sms-san dengan rana. Dari kejauhan ara memberitahu keberadaan dirinya kepada rana. Dan rana mencari ke sudut-sudut kelas, ara melambaikan tangan. Rana melihatnya dan sedikit malu-malu. ia membuang wajahnya. “kamu cantik..” send to rana. Rana membalas dengan senyuman langsung dari kejauhan. Ara juga ikut tersenyum. Tidak lama hanya 2 minggu mereka dekat dan akhirnya mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Di kantin makan pop mie berdua bersama fany. Namun, gadis itu sedang di tunggu oleh kekasihnya, ara. “ohiya.. gue di tunggu sama ara. Gue ke ara dulu ya. Kasian pasti dia udah  nunggu lama. Nih pegang. daaaaaaaah” katanya dengan panik.  rana langsung memberikan pop mie ke fany lalu pergi meninggalkannya begitu saja. “hay” sapa rana, dan duduk disebelah ara. “udah nunggu lama? Maaf ya” “iya ngga apa-apa. Udah makan belom? Ara dengan suara lembut. “udah tadi makan pop mie” senyum rana. Mereka berdua duduk begitu dekat. “mau ngga?” ara menyodorkan makanan ke bibir rana. “ih malu diliat orang tau” katanya, malu-malu. “nggak apa-apa. Orang Cuma mau suapin makanan doang” Rana dengan malu-malu langsung membuka mulutnya untuk melahap makanan yang diberikan ara. Di taman sekolah, taman itu biasa diberi nama bundaran HI oleh anak-anak siswa di sekolah. Ara dan rana bercanda dan tertawa. Entah apa yang dibicarakan itulah yang membuat mereka tertawa. Bel masuk berbunyi.....
 Pulang sekolah rana tidak langsung pulang seperti biasanya. Ia ketemuan dulu dengan ara. “hay..” menyapa ara yang sudah dari tadi menunggu. Ara membalas dengan senyuman. “kamu nggak pulang?” tanya rana. Di sekolah sudah sepi. Semua siswa sudah pulang. Hanya ada beberapa siswa saja yang masih di depan kelasnya masing-masing. Ara dan rana duduk diteras tepat depan kelas rana. “aku mau ngobrol sama kamu. Habis ini kamu mau kemana?”  “aku ada les biola. Sebnetar lagi aku mau di jemput sama supirku” katanya dengan lembut. “hhhmm.. besok kamu nggak usah di jemput ya? Soalnya aku mau nganterin kamu pulang. Boleh?” katanya, masih canggung meskipun sudah jadian.  “gimana ya? Hhhmmm.. oke” rana memberikan seulas senyuman. “yuk ke gerbang bareng” ajakan ara dengan lembut. Supir rana sudah datang dan gadis itu langsung masuk ke dalam mobil.  “hati-hati ya” pesan ara, sambil tersenyum
Pagi hari sebelum berangkat sekolah ara dan rana sibuk sms-san. Mengingatkan rana untuk sarapan dahulu sebelum berangkat dan sebaliknya ran juga seperti itu. mereka saling perhatian. Seperti biasa mereka ke kantin bersama. Duduk berdua didepan kelas, bercanda-canda dan tertawa. Ada salah satu siswa yang bertanya dengan siswa lain. “eh si rana jadian ya sama ara? Kok mereka dekat banget sih?” bisik 2 gadis tepat di belakang rana dan ara. “iya. Udah kok” jawab indah dengan tenang. “masa sih? Ya ampun.. nggak nyangka. Kok mau ya sama ara” katanya dengan wajah tidak senang. “ya biarin aja. Ngapain sih ngurusin orang” kata indah membela sepasang kekasih itu sekaligus teman dekatnya.
Esok harinya.. rana mendapat kabar dari indah tentang ara. “ran.. lo tau gak si ara itu mantannya siapa?”  “emang siapa?” tanyanya dengan penasaran. “ara itu mantannya nila anak osis + vokalis band disekolah kita. Mereka jadian lama banget lho. Dan katanya ara diputusin dan ara sempet nolak keputusannya nila. Lebih tepatnya nggak mau putus sama nila. Ara juga pernah pacaran sama kak andin katanya sih. Ara dulunya playboy gue denger-denger dari orang gitu”  jelasnya. Rana langsung mengetahui 2 orang wanita yang disebutkan indah tadi. Nila cukup dikenal banyak orang bahka seluruh anak osis mengenalnya. Dan kak andin juga cukup dikenal seisi sekolah. “oh.. berarti Cuma gue doang dong cewek biasa yang jadi pacarnya ara?” kata rana merendah diri dan dilanjutkannya. “Masa sih? Dapet rumor dari mana deh? Nggak percaya”  kata rana acuh tak acuh. “lo itu buka cewek biasa ran. Justru lo itu lebih hebat dari mereka. Cuma kekurangannya lo itu nggak supel. Nggak gampang bergaul. Temen lo Cuma gue doang sama vika dan leony. Ya kan? Tapi banyak orang yang nggak tau kalo lo itu wanita yang jago bermain biola. Gue yakin kalo mantan-mantanya ara dan siswa di sekolah ini tau liat lo main biola, mereka pasti diem terkagum ngeliatnya” kata indah membanggakan rana. “ih berlebihan banget deh” jawab rana dengan sedikit tawa. “lo gitu sih ran.. punya bakat bukannya tampil di acara sekolah atau apa gitu malah dinikmatin sendiri” komentarnya. “iya gue kan malu orangnya tau. Udahlah bahas yang lain aja”  Rana penasaran dengan beberapa kabar dari temannya, indah. akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya langsung dengan ara. “aku boleh tanya sesuatu?” memandnagi ara yang sedang makan pop mie. “tanya aja sayang..” jawab ara dengan santai. “kamu kenapa nggak cerita kalo kamu mantannya nila?” tanya dengan lembut sedikit cemberut di wajahnya. “aku udah punya kamu, buat apa aku cerita tentang mantan aku? Emangnya kenapa sayang?” “dan katanya kamu sempet nggak mau putus sama nila ya. Padahal nila udah putusin kamu, dan aku yakin tangan kamu luka bukan kena air panas tapi berlaga bunuh diri silet-silet tangan di depan nila karena nggak mau diputusin? Benar kan dugaan aku?” ara berhenti menyantap makanan miliknya setelah mendengar rana membicarakan kabar itu. “kamu kata siapa sih? Aku udah putus sama dia. dia udah punya pacar kok. jadi aku nggak mungkin balikan lagi sama dia, karena aku udah punya kamu. Udah sayang sama kamu”  jelasnya dengan suara sedikit lantang karena tak suka dengan bahan pembicaraan rana. “aku mau kita saling jujur ya. Kejadian ini jangan terulang lagi. Seandainya kamu dari awal bilang, aku nggak akan marah kok. aku nggak suka di bohongi” detailnya. Wajahnya cemberut nyaris kecewa. Tapi ia tetap tenang. “aku nggak bohongi kamu, aku Cuma nggak mau aja ngebahas masa lalu. Oke kali ini aku minta maaf. di maafin gak?” pintanya dengan wajah memohon, sambil menggenggam jemari rana. “iya. Aku maafin” kata rana dengan senyuman paksa di bibirnya. Dan ara menyuapi pop mie miliknya kepada rana. Hati rana jadi lebih tenang dan sikap ara padanya selalu membuatnya tertawa. Masalah selesai..
Esok hari.. ara memberikan beberapa surat dari adik kelas. Dan semua adik kelas yang mengirim surat itu pengagum rahasia ara. Entahlah.. kenapa tiba-tiba ara memberikan semua surat itu kepada rana. Dan menyuruh rana untuk membacanya sendiri. Mungkin dengan janjinya yang harus saling jujur. Rana membaca satu-persatu surat tersebut dan melirik ara dari kejauhan. Ara memandangi rana dari awal duduk didepan kelas. Setelah pulang sekolah rana mengembalikan surat-surat itu. “kenapa masih di simpen? Ciyeee punya pengagum rahasia” ejek rana dengan wajah tak senang.  “apaan sih kamu” jawab ara tidak suka.  Rana teratawa. Rana suka ara jujur seperti itu, memberikan surat-surat penggemarnya. Meskipun kejujurannya membuat hatinya sakit, namun rana-lah yang menyiptakan janji di antara mereka. rana tak pulang dengan supirnya, melainkan pulang bersama ara. “apa yang kamu suka dari aku? Padahal kan banyak cewek-cewek yang lebih dari aku diluar sana buat gantiin posisi nila” tanya rana. “mulai deh.. jangan ngebahas mantan dong” “emang kenapa? Kamu masih sayang sama dia?” “aku udah punya kamu. Jangan urusin omongan orang lain. Urusin hubungan kita aja ya” tutur ara dengan lembut.
1 tahun rana dan ara menjadi sepasang kekasih. Pada saat rana sedang whatsapp-an dengan ara, tiba-tiba ada nomer baru yang berisi pesan. “rana.. ini gue dea, tolong bilangin ara dong. Suruh hubungi gue. Penting soal nadin” setelah membaca pesan itu, rana terkejut. Dan matanya langsung bekaca-kaca. Ia mencoba mengatur napasnya dengan menarik napas perlahan. Dadanya agak sesak. Ia hembuskan napas secara perlahan. ia langsung menyampaikan pesan dea kepada ara dengan hati terbakar cemburu. Dea adalah teman terdekat ara. Sekaligus sudah di anggap adiknya ara. Dea masih satu sekolah dengan ara dan rana. Dea masih kelas 1, sama dengan rana.  Dan ara membalas whatsapp rana, isinya “bilang dea, suruh telfon aku ya” rana terheran dan sejumlah pertanyaan masuk ke dalam pikirannya. Apa maksudnya ini? Siapa nadin? Kenapa ara sama sekali tidak memandang rana yang berstatus sebagai kekasihnya? Kenapa mereka tak menghargai keberadaan rana? Kenapa ara mengingkari janjinya yang harus saling jujur? Itulah yang ada di pikiran rana. Rana hanya diam, ia tak bersemangat bermain biola. Jarang masuk les biola. Selama satu minggu rana tak membalas pesan dari ara, dan tidak mengangkat telepon dari ara. Juga tidak ingin bertemu ara. Biasanya rana duduk didepan kelas bersama teman-temannya. Namun, ara melihat kelasnya rana, gadis itu tidak keluar kelas. Dan juga teman-temannya ikut tidak keluar kelas. Mungkin benar, rana marah besar dengan ara. Pulang sekolah, ara menunggu rana yang masih di dalam kelas. Rana ada pelajaran tambahan, belum pulang. Sedangkan sekolah sudah terlihat sepi. Ara tetap menunggu gadis itu dengan wajah gelisah. akhirnya gadis itu keluar. Dan ara menghampiri rana setelah semua teman sekelasnya pulang. “kamu kenapa? Marah?” tanya ara dengan wajah panik. “aku nggak apa.-apa” rana acuh tak acuh menjawabnya dan membiarkan ara sendirian. “tunggu dulu. Aku mau kita selesai semua masalah sekarang” menarik tangan rana dengan pelan. “masalah apa lagi sih? Aku rasa semua masalah udah selesai kok” jawab rana dengan ketus. Ia sama sekali tak memandangi wajah ara saat berbicara padanya. “kamu jawab pertanyaan aku dulu. Kamu kenapa kaya gini?” tanya ara sangat penasaran. Wajahnya masih gelisah. Tak ingin sesuatu buruk terjadi di antara hubungan mereka. “Aku terlalu bodoh nerima cowok macam kaya kamu. Bodoh banget aku udah mau jadi pelampiasan kamu. Kamu tau gak? Aku dulu sempet nggak percaya saat denger kabar kamu dulunya playboy. Ternyata sampai sekarang masih betah jadi playboy? Dan nadin. Siapalah itu aku nggak tau. Nadin siapa kamu?”  jelasnya dengan menahan isak tangisan, wajahnya memerah menahan amarah yang ada dibenaknya. Matanya mulai berkaca-kaca, nyaris mengeluarkan air mata. “jawab jujur ara”  rana dengan suara yang mulai serak. “dia pacar aku, 2 minggu aku jadian. Maafin aku” jawab ara dengan pelan dan jujur sambil menunduk. “bagus kalo kamu jawab jujur begitu. mulai hari ini kita putus aja. Lupain semuanya, jangan pernah ada di hadapan aku lagi” ungkap rana, wajahnya memerah. Amarahnya hampir meledak. Namun, ia berusaha mengimbangi. lalu rana pergi meninggalkan ara sendirian. Pria itu diam saja tak mengejar rana. Ia mengacak rambut karena penyesalan. Mereka resmi putus. Dan ara terima keputusan rana.
2 bulan rana sulit bangun dari rasa sakitnya. Karena baru ara yang menyentuh hati rana dan baru ara-lah yang melukai hati rana. pria itu adalah cinta pertama sekaligus kekasih pertama. Rana berusaha bangkit kembali seperti rana yang dulu.. Rana menganggap kejadian yang di alaminya hanyalah sebuah mimpi buruk. Pengalaman pertama yang membuatnya sulit untuk menghilangkan rasa sakit dihati. Aldriana verdinan sudah kembali seperti dulu. Rana yang semangat belajar, rana yang polos dan rana yang suka memainkan biola kesayangannya. meskipun perasaan itu sudah hilang. Namun luka itu masih membekas di hatinya. dan cukup sulit untuk menghilangkannya.

Thank You!



keyla mengenal seorang cowok, sejak dirinya duduk dibangku kelas 2 SMP. Awal melihatnya, cowok itu sering main kerumah keyla. Dia namanya dion, pria itu adalah teman kuliah kakaknya keyla yang bernama olive. Hampir setiap hari dion dan temannya main ke rumah keyla. Setiap kali dion datang kerumah, keyla acuh tak acuh saja. Gadis itu menganggap dion hanyalah tamu biasa seperti tamu pada umumnya. Entah kenapa, akibat pria itu yang datang terus hampir setiap hari, lama-lama ada yang berubah. Hati dan mata keyla tertuju kepada dion. dion duduk di ruang tv bersama olive dan teman dion yang seumuran dengannya, dia bernama andre. Keyla ingin menyiram tanaman dan harus melewati ruang tv tersebut. “misi..” sopannya keyla sambil menunduk, dengan wajah memerah dan jantungnya berdetak kencang. 15 menit kemudian keyla kembali masuk ke dalam melewati ruang tv lagi. Ia tidak mengatakan apa-apa hanya menunduk saja. keyla melirik dion, dan sebelumnya dion-pun sudah melirik keyla. “gdebuuuugggg” keyla tersandung kakinya sendiri, dan terjatuh karena tak bisa menahan. Wajahnya langsung memerah tak sanggup bangkit dari jatuhnya. “rasanya pengen banget pintu doraemon ada didepan mata sekarang..” pikir keyla saat itu jugaa. ia langsung bangkit dan lari sambil menunduk karena malu.
2 bulan kemudian.. dion minta nomer keyla lewat olive. “liv, gue minta nomer adik lo dong?” pintanya sambil senyum. “buat apaan?” tanya olive mengerutkan keningnya. “ya mau kenal aja. Emang nggak boleh ya?”  kata dion. “iya nggak boleh”  jawab olive dengan jujur. Dion terkejut. Kenapa olive tidak memberikan nomer adiknya? Apakah mungkin karena takut dion melukai hati adiknya? Entahlah...
Dion terus berusaha mencari nomer keyla. Harus mendapatkan nomernya. Ya.. itulah yang ada dibenak dion. Dion membuka facebook keyla. Dan mengirim pesan lewat facebook.
“hay keyla.. ini gue dion teman kakak lu” kebetulan keyla sedang online. Dan langsung dibaca olehnya. Keyla terkejut, matanya melotot karena tak percaya di dalam inbox facebooknya berisi nama dion. Padahal kalau ketemu di rumah, dion selalu cuek. Keyla membalas pesan dari dion. “iya.. ada apa dion?” balasan keyla wajahnya begitu senang. Dan mereka mengobrol lewat pesan facebook sampai akhirnya dion berhasil mendapatkan nomer keyla. Selama seminggu dion dan keyla berkomunikasi hanya lewat ponsel saja.
1 bulan.. dion juga berhasil mengajak jalan keyla. Saat itu siang hari di sebuah mall mereka menonton film di bioskop. Film transformer. Selesai menonton, keluar dari pintu keluar wajah keyla terlihat ngantuk begitu juga dengan dion. “mau kemana sekarang?” tanya dion memecahkan keheningan sambil berjalan. “makan ice cream aja” pendapat keyla. Dengan senang hati dion setuju dengan ide keyla. Mereka ke lantai dasar menuju tempat penjual ice cream di salah satu cafee khusus ice cream. “gue seneng bisa kenal sama lo di”  kata keyla sambil menyantap ice cream. Ia mulai akrab dalam 2 minggu ini. “masa sih?”  tanya dion senyum-senyum sambil menyantap ice cream miliknya. Hampir temgah malam, dion mengantar keyla pulang menggunakan sepeda motor matic berwarna krem. “makasih ya udah nganterin gue sampai rumah” kata keyla dengan seulas senyuman. “iya” jawab dion sambil tersenyum. Tepat di depan pagar rumah keyla, dion turun dari motor dan menghampiri keyla. Hati gadis itu nyaris tak berdetak ketika dion sudah berada di hadapannya begitu dekat. Mata keyla mengedip dan diam seperti patung. Detak jantungnya begitu kencang. Keyla berusaha menjaga agar detak jantungnya tak didengar oleh dion. “gue mau ngomong sesuatu boleh nggak?” kata dion dengan wajah serius. “mau ngomong apa?” tanya keyla jantungnya masih berdetak kencang. Dion diam, namun dirinya gelisah seperti ingin mengatakan sesuatu. Keyla ingin bertanya sekali lagi tapi ia mengurungkan niatnya. Dion masih terdiam. Pria itu terus menggarukan kepala dan sangat gelisah. Hatinya berkata harus memberanikan diri untuk mengungkapkannya. “mau sampai kapan berdiam diri kaya gini terus” kata dion di dalam benaknya. “gue suka sama lu, hhmmm... lu.. mau jadi pacar gue nggak?” ungkap dion dengan suara pelan tapi masih terdengar. Detak jantung keyla berhenti seketika, ia terkejut tapi senang. Katanya, itu terasa aneh di hati. Rasanya campur aduk. “sejak kapan suka sama gue?” tanya keyla seperti menginterograsi. “sejak pertama kali gue liat lu” jujurnya dion dengan tampang serius. “setahun yang lalu?” tanyanya lagi. “iyaa begitulah..” jawab dion dengan sepenuh hatinya. “gimana?” keyla berfikir dan tak banyak waktu ia berfikir, akhirnya. “ya.. gue mau kok” jawab keyla terbata sambil menahan kegirangan dihatinya. Wajah dion yang tadinya tegang berubah seperti bintang bermunculan setelah hujan berhenti. Dion menetralisi kegirangannya. “yaudah gue eh aku pulang dulu ya” dion gugup dan tak bisa menahan perasaan bahagianya itu. wajahnya memerah, perasaan bahagia di hati terasa ingin meledak. pria itu langsung memakai helm dan menunggangi motor matic miliknya. “yaudah hati-hati ya” mereka melambaikan tangan. Dion sudah pergi dan keyla bergegas masuk kerumah dengan hati yang super aneh.
keyla masuk kamar dengan hati yang berbunga-bunga. Ia menjatuhkan diri ke kasur. Gadis itu masih membayangkan wajah dion sambil senyum-senyum sendiri. Membayangkan dirinya jalan berdua di mall makan ice cream. Dirinya berusaha memejamkan mata. Namun tak kunjung tidur. Wajah dion terus gentayangan di pikiran gadis itu. “oh my god.. tidur keyla” katanya sambil memegang kepalanya yang terisi wajah dion. Tak lama blackberry milik keyla berbunyi. “hay sayang..” ternyata dari dion. Gadis itu wajahnya berseri dan langsung dibalas olehnya. “hay” balasan keyla. “belum tidur?” “belum ngantuk. Kamu udah nyampe rumah?” “udah kok. kamu nggak ngantuk? Tidur sana..” perhatiannya dion membuat keyla tambah berbunga-bunga. “kamu nggak ngantuk juga? Yaudah aku tidur ya.. good night”  kata keyla menuruti.  “i love u” langsung girang hati keyla, dirinya tidak loncat-loncat. Tapi hatinya yang loncat-loncat kegirangan. Keyla mulai memejamkan mata sambil senyum-senyum.
Keyla dan dion berpacaran. Mereka menjalani hubungan dengan rasa suka dan duka. Dan juga susah senang bersama. perlahan masalah itu datang, entah siapa yang memulai dan siapa yang salah terlebih dahulu. Yang jelas keyla dan dion putus baik-baik. Keyla memutuskan dion tepat di hari jadian mereka. sebelum ulang tahun keyla. Dion sempat tidak mau putus karena masih sayang. Dan dion bingung kenapa keyla memutuskannya? Sampai akhirnya.. Dion sudah tak tahan, ia ikhlas dan menghargai keputusan keyla.




2 bulan kemudian..
Dion ternyata belum bisa move on dari keyla. Sedangkan keyla, sudah biasa saja tak ada rasa lagi dengan dion. Tak berlarut kesedihan atas keputusannya yang matang itu untuk menjalani hidup masing-masing. Keyla tak menyesal sama sekali. Dion masih menghubungi keyla. 
“hay keyla.. gimana kabarnya?” kata dion melalui telepon. 
“alhamdulillah baik. Lo apa kabar?” “baik juga kok” 
dan mereka diam-diaman. 
“keluarga apa kabar? kuliahnya gimana?” tanya dion mencoba memecahkan keheningan. 
“ya.. kuliah lancar. Ini lagi ngerjain tugas” kata keyla dengan suara lembut. 
“oke.. syukurlah kalau baik-baik aja. Yaudah good luck ya. Asslamu’alaikum” ucap dion. 
“ya.. walaikum salam” singkatnya. mereka menutup telepon.
Setelah mengobrol sesaat dengannya melalui telepon, mereka selama 6 bulan ke depan tak berkomunikasi lagi. “key.. gue mau ngajak lo jalan? Kira-kira ada yang marah nggak?” kata dion melalui sms. 
“boleh..”  balasan keyla. 
“gue jemput lu ya dirumah” 
“oke..”  
hati keyla terasa aneh. ia senang sekali setelah tak berkomunikasi dengan dion dan dion akhirnya mengajak pergi keluar. Mereka sampai di mall. 
“udah lama ya kita ga jalan bareng kaya gini” gumam keyla dengan raut wajah berbinar sambil mengenang. “iya. Kan lu sibuk” kata dion, meng-ejek. 
“nggak gitu kok..” bantahnya di susul dengan tawa.
“iya iya..” mereka menuju gedung bioskop. Keyla merasa nyaman sekali jika berada di dekat dion. Seharian jalan berdua membuat dirinya ingat masa lalu saat masih berpacaran dengan dion. Dan tiba-tiba keyla berpikir dan berharap, agar dion merasakan sama seperti yang dirasakannya. Ia hanya bisa menunggu saat-saat itu. saat dimana kejujuran terungkap.
Keyla menunggu, dan terus menunggu. Menunggu dion mengatakan 
“aku masih sayang kamu, nggak tau kenapa aku nggak bisa lupain kamu. Aku mau kita balikan lagi” itulah kalimat yang diharapkan keyla. Sampai 3 bulan, dion tak mengatakannya. Mungkin ia sudah tak ada rasa lagi dengan keyla. Hari itu adalah hari terakhir keyla bertemu dengan dion. Gadis itu tak bisa menunggu lama lagi, ia tak tahan dengan sifat dion yang tak mengerti bagaimana menjadi orang peka. Kebetulan keyla sedang dekat dengan ivan. Gadis itu memutuskan membuka hatinya untuk ivan, keyla jadian dengan ivan. Ivan cowok baik.



Semenjak itu, dion masih menghubungi keyla. Masih perhatian dengan keyla. dion selalu ada di saat keyla sedang sedih, dion selalu perhatian saat kekasihnya sedang tak memperhatikannya. Tapi kenapa dion tak berkata jujur dengan isi hatinya yang sesungguhnya, bahwa dirinya masih mencintai keyla? ia perhatian tapi tak minta balasan. Apa yang ada di pikiran dion? Enthalah.. yang jelas, keyla cukup bersikap baik kepada dion. Meskipun sudah menjadi mantan. Tentang perasaan? Semenjak keyla dekat dengan ivan, keyla sudah tak berharap lagi, tak menunggu lagi. Karena perasaan itu hilang seketika. Keyla sudah menganggap dion teman biasa, dion hanya masa lalunya saja. Dan ia sudah bisa menjalani masa sekarang bersama ivan. Tapi.. perasaan keyla ke ivan tak terlalu besar. Sebatas sayang saja. gadis itu lebih memperhatikan impiannya untuk menjadi seorang pelukis. 1 tahun keyla menjalani hubungan dengan ivan, dan selama itu juga dion tak menghunginya lagi. Mereka hilang kominikasi. 
“mungkin dion udah punya pacar” kata keyla bicara dengan dirinya sendiri di kamar.  ponsel keyla sempat hilang dan harus mengganti kartu baru.
Keyla memandangi ponselnya yang sudah 2 hari tak berbunyi. Ivan  kemana? Itulah yang ada di pikiran keyla. 
“hhhhmmmm..” keyla mendesah tak semangat belajar. Tapi ia berusaha semangat, menyemangati dirinya sendiri. Ivan terlalu sibuk dengan profesinya menjadi sutradara. Keyla tiba-tiba ingat dion. Tapi dirinya tak bisa menghubunginya, karena ponselnya hilang. Keyla membuka facebook dion, ingin mengirim message lewat facebook. Baru mau mengetik, ia berhenti dan mengurungkan niatnya. Ia tak jadi mengirim pesan ke dion. Seminggu kemudian.. keyla online facebook, dion juga sedang online. 
“halo.. apa kabar keyla? gue kangen sama lu keyla..” chat dari dion, keyla terkejut dan langsung membalasnya. Nyaris gemetaran saat mengetik pesan. 
“alhamdulillah, baik. Lo apa kabar? Gue juga kangen sama lo” balasan keyla dengan perasaan girang. 
“gue minta nomer lu dong. Gue mau ngajak lu jalan key.. gimana?”  
“nanti pacar lo marah..” balasnya.
“jangan sampe tau dia nya” kata dion menggunakan emoticon tawa. 
“parah lo..” dan keyla ikut tertawa. Hati keyla sedikit hancur sih.. Dengan posisi sekarang si dion punya pacar baru.
dion dan keyla ketemuan. 
“hey..“ sapa dion. 
“kalo cewek lo tau cowoknya lagi ketemuan sama mantan pasti marah deh“ kata keyla sambil ketawa. 
“pacar gue orangnya asyik kok. jadi tenang aja. Dia tau kalo lu mantan gue key” kata dion dengan jujur. 
Wajah keyla langsung murung. Sebab, Ucapan dion barusan membuat hati keyla hancur. 'Romantis sekali mereka sampai sudah saling percaya'.  Mungkin itu yang ada dipikiran keyla.
“gue liat di facebook nama cewek lo itu vanya kalo nggak salah” tebakan keyla. 
“iya bener..” kata dion.
Setelah itu mereka diam menikmati hidangan. restaurant tempat makan yang sering mereka kunjungi dulu saat mereka masih jadian. Selesai makan, keyla mencoba membuka kejujurannya. 
”dion.. i always remember you” ungkap keyla dengan nada pelan. Dion terkejut, 
“hah? Serius? Tapi gue udah punya pacar, dan lo juga udah punya. Sebaiknya, you must more remember your boyfriend, keyla” kata dion. 
“gue udah coba kok. tapi tetep nggak bisa”  jawab keyla. 
“dulu kenapa putusin gue?” tanya dion. 
“ya gue khilaf dulu lo orangnya nggak peka, setelah gue jadian dengan ivan, gue salah menilai lo” detailnya dengan wajah menyesal. 
“ya ampun.. keyla.. gue bingung jadinya, keadaannya sekarang udah beda. Jujur gue masih sayang sama lu. tapi gue nggak bisa ninggalin vanya. Satu tahun lebih gue jadian sama dia. gue udah nyaman” jujur dion dengan wajah tak tega. 
“iya gue tau kok. gue Cuma mau jujur aja. Ternyata lo lebih baik dari ivan. Ivan emang baik, perhatian, tapi lo selalu ada di pikiran gue. Perhatian lo sama perhatiannya ivan beda.” Jelasnya dengan wajah murung. 

“apanya yang beda?” tanya dion. 
“ya beda aja. Dia lebih perhatian sama profesinya jadi sutradara” katanya. Lalu di sambung oleh dion.
“manusia itu nggak ada yang sempurna.. tapi gue nggak ada perasaan dendam kok sama lu. Maafin gue ya” jelasnya. 
“buat apa minta maaf? kan gue yang salah” kata keyla, heran.
"Gue udah nyakitin lu..” jawab dion dengan nada pelan. 
“gue yang nyakitin lo.. Udah sia-siain lo. Ga usah minta maaf, tenang aja ya” 



Ya begitulah.. perbuatannya yang sudah menyia-nyiakan dion, harus ia terima karmanya. Meskipun itu sakit dan tak sanggup menerima kenyataan.
Semakin bertambahnya umur keyla, ia merasa semakin berpikir. Di usianya yang ke 17 tahun ini, ia merasa ada yang aneh di dalam dirinya sendiri, bahkan hatinya juga merasa aneh. entah kenapa dihari ulang tahunnya itu, apakah ia sedang merasa senang atau sedang merasa sedih? Rasanya benar-benar berbeda dan aneh. kejujuran keyla dan dion sudah terungkap sebulan yang lalu, dan pertemuan di tempat makan itu adalah pertemuan terakhirnya. Kemarin, keyla baru saja putus dengan ivan. Keyla tak sepenuhnya sedih, tapi merasa aneh saja. keyla merasa dion hanyalah pergi sebentar ke luar kota, sibuk dengan urusannya. Dan akan kembali lagi di hadapannya. Itulah yang keyla rasakan. Sepertinya ia terlalu berharap. Dion pasti sudah sangat mencintai pacar barunya. Apakah ini yang dinamakan tak bisa menerima kenyataan? Apakah ini yang dinamakan cinta mati sampai tidak bisa mengharapkan putus hubungan? Apakah ini yang dinamakan cinta sesungguhnya? Dari semua pertanyaan itu mungkin benar. “Terima kasih dion.. karena sudah pernah mencintaiku” kata keyla dengan seulas senyuman bicara sendiri di dekat jendela kamarnya, memandangi bintang-bintang yang bertaburan di malam hari.