Wednesday, 2 July 2014

Thank You!



keyla mengenal seorang cowok, sejak dirinya duduk dibangku kelas 2 SMP. Awal melihatnya, cowok itu sering main kerumah keyla. Dia namanya dion, pria itu adalah teman kuliah kakaknya keyla yang bernama olive. Hampir setiap hari dion dan temannya main ke rumah keyla. Setiap kali dion datang kerumah, keyla acuh tak acuh saja. Gadis itu menganggap dion hanyalah tamu biasa seperti tamu pada umumnya. Entah kenapa, akibat pria itu yang datang terus hampir setiap hari, lama-lama ada yang berubah. Hati dan mata keyla tertuju kepada dion. dion duduk di ruang tv bersama olive dan teman dion yang seumuran dengannya, dia bernama andre. Keyla ingin menyiram tanaman dan harus melewati ruang tv tersebut. “misi..” sopannya keyla sambil menunduk, dengan wajah memerah dan jantungnya berdetak kencang. 15 menit kemudian keyla kembali masuk ke dalam melewati ruang tv lagi. Ia tidak mengatakan apa-apa hanya menunduk saja. keyla melirik dion, dan sebelumnya dion-pun sudah melirik keyla. “gdebuuuugggg” keyla tersandung kakinya sendiri, dan terjatuh karena tak bisa menahan. Wajahnya langsung memerah tak sanggup bangkit dari jatuhnya. “rasanya pengen banget pintu doraemon ada didepan mata sekarang..” pikir keyla saat itu jugaa. ia langsung bangkit dan lari sambil menunduk karena malu.
2 bulan kemudian.. dion minta nomer keyla lewat olive. “liv, gue minta nomer adik lo dong?” pintanya sambil senyum. “buat apaan?” tanya olive mengerutkan keningnya. “ya mau kenal aja. Emang nggak boleh ya?”  kata dion. “iya nggak boleh”  jawab olive dengan jujur. Dion terkejut. Kenapa olive tidak memberikan nomer adiknya? Apakah mungkin karena takut dion melukai hati adiknya? Entahlah...
Dion terus berusaha mencari nomer keyla. Harus mendapatkan nomernya. Ya.. itulah yang ada dibenak dion. Dion membuka facebook keyla. Dan mengirim pesan lewat facebook.
“hay keyla.. ini gue dion teman kakak lu” kebetulan keyla sedang online. Dan langsung dibaca olehnya. Keyla terkejut, matanya melotot karena tak percaya di dalam inbox facebooknya berisi nama dion. Padahal kalau ketemu di rumah, dion selalu cuek. Keyla membalas pesan dari dion. “iya.. ada apa dion?” balasan keyla wajahnya begitu senang. Dan mereka mengobrol lewat pesan facebook sampai akhirnya dion berhasil mendapatkan nomer keyla. Selama seminggu dion dan keyla berkomunikasi hanya lewat ponsel saja.
1 bulan.. dion juga berhasil mengajak jalan keyla. Saat itu siang hari di sebuah mall mereka menonton film di bioskop. Film transformer. Selesai menonton, keluar dari pintu keluar wajah keyla terlihat ngantuk begitu juga dengan dion. “mau kemana sekarang?” tanya dion memecahkan keheningan sambil berjalan. “makan ice cream aja” pendapat keyla. Dengan senang hati dion setuju dengan ide keyla. Mereka ke lantai dasar menuju tempat penjual ice cream di salah satu cafee khusus ice cream. “gue seneng bisa kenal sama lo di”  kata keyla sambil menyantap ice cream. Ia mulai akrab dalam 2 minggu ini. “masa sih?”  tanya dion senyum-senyum sambil menyantap ice cream miliknya. Hampir temgah malam, dion mengantar keyla pulang menggunakan sepeda motor matic berwarna krem. “makasih ya udah nganterin gue sampai rumah” kata keyla dengan seulas senyuman. “iya” jawab dion sambil tersenyum. Tepat di depan pagar rumah keyla, dion turun dari motor dan menghampiri keyla. Hati gadis itu nyaris tak berdetak ketika dion sudah berada di hadapannya begitu dekat. Mata keyla mengedip dan diam seperti patung. Detak jantungnya begitu kencang. Keyla berusaha menjaga agar detak jantungnya tak didengar oleh dion. “gue mau ngomong sesuatu boleh nggak?” kata dion dengan wajah serius. “mau ngomong apa?” tanya keyla jantungnya masih berdetak kencang. Dion diam, namun dirinya gelisah seperti ingin mengatakan sesuatu. Keyla ingin bertanya sekali lagi tapi ia mengurungkan niatnya. Dion masih terdiam. Pria itu terus menggarukan kepala dan sangat gelisah. Hatinya berkata harus memberanikan diri untuk mengungkapkannya. “mau sampai kapan berdiam diri kaya gini terus” kata dion di dalam benaknya. “gue suka sama lu, hhmmm... lu.. mau jadi pacar gue nggak?” ungkap dion dengan suara pelan tapi masih terdengar. Detak jantung keyla berhenti seketika, ia terkejut tapi senang. Katanya, itu terasa aneh di hati. Rasanya campur aduk. “sejak kapan suka sama gue?” tanya keyla seperti menginterograsi. “sejak pertama kali gue liat lu” jujurnya dion dengan tampang serius. “setahun yang lalu?” tanyanya lagi. “iyaa begitulah..” jawab dion dengan sepenuh hatinya. “gimana?” keyla berfikir dan tak banyak waktu ia berfikir, akhirnya. “ya.. gue mau kok” jawab keyla terbata sambil menahan kegirangan dihatinya. Wajah dion yang tadinya tegang berubah seperti bintang bermunculan setelah hujan berhenti. Dion menetralisi kegirangannya. “yaudah gue eh aku pulang dulu ya” dion gugup dan tak bisa menahan perasaan bahagianya itu. wajahnya memerah, perasaan bahagia di hati terasa ingin meledak. pria itu langsung memakai helm dan menunggangi motor matic miliknya. “yaudah hati-hati ya” mereka melambaikan tangan. Dion sudah pergi dan keyla bergegas masuk kerumah dengan hati yang super aneh.
keyla masuk kamar dengan hati yang berbunga-bunga. Ia menjatuhkan diri ke kasur. Gadis itu masih membayangkan wajah dion sambil senyum-senyum sendiri. Membayangkan dirinya jalan berdua di mall makan ice cream. Dirinya berusaha memejamkan mata. Namun tak kunjung tidur. Wajah dion terus gentayangan di pikiran gadis itu. “oh my god.. tidur keyla” katanya sambil memegang kepalanya yang terisi wajah dion. Tak lama blackberry milik keyla berbunyi. “hay sayang..” ternyata dari dion. Gadis itu wajahnya berseri dan langsung dibalas olehnya. “hay” balasan keyla. “belum tidur?” “belum ngantuk. Kamu udah nyampe rumah?” “udah kok. kamu nggak ngantuk? Tidur sana..” perhatiannya dion membuat keyla tambah berbunga-bunga. “kamu nggak ngantuk juga? Yaudah aku tidur ya.. good night”  kata keyla menuruti.  “i love u” langsung girang hati keyla, dirinya tidak loncat-loncat. Tapi hatinya yang loncat-loncat kegirangan. Keyla mulai memejamkan mata sambil senyum-senyum.
Keyla dan dion berpacaran. Mereka menjalani hubungan dengan rasa suka dan duka. Dan juga susah senang bersama. perlahan masalah itu datang, entah siapa yang memulai dan siapa yang salah terlebih dahulu. Yang jelas keyla dan dion putus baik-baik. Keyla memutuskan dion tepat di hari jadian mereka. sebelum ulang tahun keyla. Dion sempat tidak mau putus karena masih sayang. Dan dion bingung kenapa keyla memutuskannya? Sampai akhirnya.. Dion sudah tak tahan, ia ikhlas dan menghargai keputusan keyla.




2 bulan kemudian..
Dion ternyata belum bisa move on dari keyla. Sedangkan keyla, sudah biasa saja tak ada rasa lagi dengan dion. Tak berlarut kesedihan atas keputusannya yang matang itu untuk menjalani hidup masing-masing. Keyla tak menyesal sama sekali. Dion masih menghubungi keyla. 
“hay keyla.. gimana kabarnya?” kata dion melalui telepon. 
“alhamdulillah baik. Lo apa kabar?” “baik juga kok” 
dan mereka diam-diaman. 
“keluarga apa kabar? kuliahnya gimana?” tanya dion mencoba memecahkan keheningan. 
“ya.. kuliah lancar. Ini lagi ngerjain tugas” kata keyla dengan suara lembut. 
“oke.. syukurlah kalau baik-baik aja. Yaudah good luck ya. Asslamu’alaikum” ucap dion. 
“ya.. walaikum salam” singkatnya. mereka menutup telepon.
Setelah mengobrol sesaat dengannya melalui telepon, mereka selama 6 bulan ke depan tak berkomunikasi lagi. “key.. gue mau ngajak lo jalan? Kira-kira ada yang marah nggak?” kata dion melalui sms. 
“boleh..”  balasan keyla. 
“gue jemput lu ya dirumah” 
“oke..”  
hati keyla terasa aneh. ia senang sekali setelah tak berkomunikasi dengan dion dan dion akhirnya mengajak pergi keluar. Mereka sampai di mall. 
“udah lama ya kita ga jalan bareng kaya gini” gumam keyla dengan raut wajah berbinar sambil mengenang. “iya. Kan lu sibuk” kata dion, meng-ejek. 
“nggak gitu kok..” bantahnya di susul dengan tawa.
“iya iya..” mereka menuju gedung bioskop. Keyla merasa nyaman sekali jika berada di dekat dion. Seharian jalan berdua membuat dirinya ingat masa lalu saat masih berpacaran dengan dion. Dan tiba-tiba keyla berpikir dan berharap, agar dion merasakan sama seperti yang dirasakannya. Ia hanya bisa menunggu saat-saat itu. saat dimana kejujuran terungkap.
Keyla menunggu, dan terus menunggu. Menunggu dion mengatakan 
“aku masih sayang kamu, nggak tau kenapa aku nggak bisa lupain kamu. Aku mau kita balikan lagi” itulah kalimat yang diharapkan keyla. Sampai 3 bulan, dion tak mengatakannya. Mungkin ia sudah tak ada rasa lagi dengan keyla. Hari itu adalah hari terakhir keyla bertemu dengan dion. Gadis itu tak bisa menunggu lama lagi, ia tak tahan dengan sifat dion yang tak mengerti bagaimana menjadi orang peka. Kebetulan keyla sedang dekat dengan ivan. Gadis itu memutuskan membuka hatinya untuk ivan, keyla jadian dengan ivan. Ivan cowok baik.



Semenjak itu, dion masih menghubungi keyla. Masih perhatian dengan keyla. dion selalu ada di saat keyla sedang sedih, dion selalu perhatian saat kekasihnya sedang tak memperhatikannya. Tapi kenapa dion tak berkata jujur dengan isi hatinya yang sesungguhnya, bahwa dirinya masih mencintai keyla? ia perhatian tapi tak minta balasan. Apa yang ada di pikiran dion? Enthalah.. yang jelas, keyla cukup bersikap baik kepada dion. Meskipun sudah menjadi mantan. Tentang perasaan? Semenjak keyla dekat dengan ivan, keyla sudah tak berharap lagi, tak menunggu lagi. Karena perasaan itu hilang seketika. Keyla sudah menganggap dion teman biasa, dion hanya masa lalunya saja. Dan ia sudah bisa menjalani masa sekarang bersama ivan. Tapi.. perasaan keyla ke ivan tak terlalu besar. Sebatas sayang saja. gadis itu lebih memperhatikan impiannya untuk menjadi seorang pelukis. 1 tahun keyla menjalani hubungan dengan ivan, dan selama itu juga dion tak menghunginya lagi. Mereka hilang kominikasi. 
“mungkin dion udah punya pacar” kata keyla bicara dengan dirinya sendiri di kamar.  ponsel keyla sempat hilang dan harus mengganti kartu baru.
Keyla memandangi ponselnya yang sudah 2 hari tak berbunyi. Ivan  kemana? Itulah yang ada di pikiran keyla. 
“hhhhmmmm..” keyla mendesah tak semangat belajar. Tapi ia berusaha semangat, menyemangati dirinya sendiri. Ivan terlalu sibuk dengan profesinya menjadi sutradara. Keyla tiba-tiba ingat dion. Tapi dirinya tak bisa menghubunginya, karena ponselnya hilang. Keyla membuka facebook dion, ingin mengirim message lewat facebook. Baru mau mengetik, ia berhenti dan mengurungkan niatnya. Ia tak jadi mengirim pesan ke dion. Seminggu kemudian.. keyla online facebook, dion juga sedang online. 
“halo.. apa kabar keyla? gue kangen sama lu keyla..” chat dari dion, keyla terkejut dan langsung membalasnya. Nyaris gemetaran saat mengetik pesan. 
“alhamdulillah, baik. Lo apa kabar? Gue juga kangen sama lo” balasan keyla dengan perasaan girang. 
“gue minta nomer lu dong. Gue mau ngajak lu jalan key.. gimana?”  
“nanti pacar lo marah..” balasnya.
“jangan sampe tau dia nya” kata dion menggunakan emoticon tawa. 
“parah lo..” dan keyla ikut tertawa. Hati keyla sedikit hancur sih.. Dengan posisi sekarang si dion punya pacar baru.
dion dan keyla ketemuan. 
“hey..“ sapa dion. 
“kalo cewek lo tau cowoknya lagi ketemuan sama mantan pasti marah deh“ kata keyla sambil ketawa. 
“pacar gue orangnya asyik kok. jadi tenang aja. Dia tau kalo lu mantan gue key” kata dion dengan jujur. 
Wajah keyla langsung murung. Sebab, Ucapan dion barusan membuat hati keyla hancur. 'Romantis sekali mereka sampai sudah saling percaya'.  Mungkin itu yang ada dipikiran keyla.
“gue liat di facebook nama cewek lo itu vanya kalo nggak salah” tebakan keyla. 
“iya bener..” kata dion.
Setelah itu mereka diam menikmati hidangan. restaurant tempat makan yang sering mereka kunjungi dulu saat mereka masih jadian. Selesai makan, keyla mencoba membuka kejujurannya. 
”dion.. i always remember you” ungkap keyla dengan nada pelan. Dion terkejut, 
“hah? Serius? Tapi gue udah punya pacar, dan lo juga udah punya. Sebaiknya, you must more remember your boyfriend, keyla” kata dion. 
“gue udah coba kok. tapi tetep nggak bisa”  jawab keyla. 
“dulu kenapa putusin gue?” tanya dion. 
“ya gue khilaf dulu lo orangnya nggak peka, setelah gue jadian dengan ivan, gue salah menilai lo” detailnya dengan wajah menyesal. 
“ya ampun.. keyla.. gue bingung jadinya, keadaannya sekarang udah beda. Jujur gue masih sayang sama lu. tapi gue nggak bisa ninggalin vanya. Satu tahun lebih gue jadian sama dia. gue udah nyaman” jujur dion dengan wajah tak tega. 
“iya gue tau kok. gue Cuma mau jujur aja. Ternyata lo lebih baik dari ivan. Ivan emang baik, perhatian, tapi lo selalu ada di pikiran gue. Perhatian lo sama perhatiannya ivan beda.” Jelasnya dengan wajah murung. 

“apanya yang beda?” tanya dion. 
“ya beda aja. Dia lebih perhatian sama profesinya jadi sutradara” katanya. Lalu di sambung oleh dion.
“manusia itu nggak ada yang sempurna.. tapi gue nggak ada perasaan dendam kok sama lu. Maafin gue ya” jelasnya. 
“buat apa minta maaf? kan gue yang salah” kata keyla, heran.
"Gue udah nyakitin lu..” jawab dion dengan nada pelan. 
“gue yang nyakitin lo.. Udah sia-siain lo. Ga usah minta maaf, tenang aja ya” 



Ya begitulah.. perbuatannya yang sudah menyia-nyiakan dion, harus ia terima karmanya. Meskipun itu sakit dan tak sanggup menerima kenyataan.
Semakin bertambahnya umur keyla, ia merasa semakin berpikir. Di usianya yang ke 17 tahun ini, ia merasa ada yang aneh di dalam dirinya sendiri, bahkan hatinya juga merasa aneh. entah kenapa dihari ulang tahunnya itu, apakah ia sedang merasa senang atau sedang merasa sedih? Rasanya benar-benar berbeda dan aneh. kejujuran keyla dan dion sudah terungkap sebulan yang lalu, dan pertemuan di tempat makan itu adalah pertemuan terakhirnya. Kemarin, keyla baru saja putus dengan ivan. Keyla tak sepenuhnya sedih, tapi merasa aneh saja. keyla merasa dion hanyalah pergi sebentar ke luar kota, sibuk dengan urusannya. Dan akan kembali lagi di hadapannya. Itulah yang keyla rasakan. Sepertinya ia terlalu berharap. Dion pasti sudah sangat mencintai pacar barunya. Apakah ini yang dinamakan tak bisa menerima kenyataan? Apakah ini yang dinamakan cinta mati sampai tidak bisa mengharapkan putus hubungan? Apakah ini yang dinamakan cinta sesungguhnya? Dari semua pertanyaan itu mungkin benar. “Terima kasih dion.. karena sudah pernah mencintaiku” kata keyla dengan seulas senyuman bicara sendiri di dekat jendela kamarnya, memandangi bintang-bintang yang bertaburan di malam hari.

No comments:

Post a Comment