keyla mengenal
seorang cowok, sejak dirinya duduk dibangku kelas 2 SMP. Awal melihatnya, cowok
itu sering main kerumah keyla. Dia namanya dion, pria itu adalah teman kuliah
kakaknya keyla yang bernama olive. Hampir setiap hari dion dan temannya main ke
rumah keyla. Setiap kali dion datang kerumah, keyla acuh tak acuh saja. Gadis
itu menganggap dion hanyalah tamu biasa seperti tamu pada umumnya. Entah
kenapa, akibat pria itu yang datang terus hampir setiap hari, lama-lama ada
yang berubah. Hati dan mata keyla tertuju kepada dion. dion duduk di ruang tv
bersama olive dan teman dion yang seumuran dengannya, dia bernama andre. Keyla
ingin menyiram tanaman dan harus melewati ruang tv tersebut. “misi..” sopannya
keyla sambil menunduk, dengan wajah memerah dan jantungnya berdetak kencang. 15
menit kemudian keyla kembali masuk ke dalam melewati ruang tv lagi. Ia tidak
mengatakan apa-apa hanya menunduk saja. keyla melirik dion, dan sebelumnya
dion-pun sudah melirik keyla. “gdebuuuugggg” keyla tersandung kakinya sendiri,
dan terjatuh karena tak bisa menahan. Wajahnya langsung memerah tak sanggup
bangkit dari jatuhnya. “rasanya pengen banget pintu doraemon ada didepan mata
sekarang..” pikir keyla saat itu jugaa. ia langsung bangkit dan lari sambil
menunduk karena malu.
2 bulan
kemudian.. dion minta nomer keyla lewat olive. “liv, gue minta nomer adik lo
dong?” pintanya sambil senyum. “buat apaan?” tanya olive mengerutkan keningnya.
“ya mau kenal aja. Emang nggak boleh ya?”
kata dion. “iya nggak boleh”
jawab olive dengan jujur. Dion terkejut. Kenapa olive tidak memberikan
nomer adiknya? Apakah mungkin karena takut dion melukai hati adiknya? Entahlah...
Dion terus
berusaha mencari nomer keyla. Harus mendapatkan nomernya. Ya.. itulah yang ada
dibenak dion. Dion membuka facebook keyla. Dan mengirim pesan lewat facebook.
“hay keyla.. ini
gue dion teman kakak lu” kebetulan keyla sedang online. Dan langsung dibaca
olehnya. Keyla terkejut, matanya melotot karena tak percaya di dalam inbox
facebooknya berisi nama dion. Padahal kalau ketemu di rumah, dion selalu cuek.
Keyla membalas pesan dari dion. “iya.. ada apa dion?” balasan keyla wajahnya
begitu senang. Dan mereka mengobrol lewat pesan facebook sampai akhirnya dion
berhasil mendapatkan nomer keyla. Selama seminggu dion dan keyla berkomunikasi
hanya lewat ponsel saja.
1 bulan.. dion
juga berhasil mengajak jalan keyla. Saat itu siang hari di sebuah mall mereka
menonton film di bioskop. Film transformer. Selesai menonton, keluar dari pintu
keluar wajah keyla terlihat ngantuk begitu juga dengan dion. “mau kemana
sekarang?” tanya dion memecahkan keheningan sambil berjalan. “makan ice cream
aja” pendapat keyla. Dengan senang hati dion setuju dengan ide keyla. Mereka ke
lantai dasar menuju tempat penjual ice cream di salah satu cafee khusus ice
cream. “gue seneng bisa kenal sama lo di” kata keyla sambil menyantap ice cream. Ia
mulai akrab dalam 2 minggu ini. “masa sih?” tanya dion senyum-senyum sambil menyantap ice
cream miliknya. Hampir temgah malam, dion mengantar keyla pulang menggunakan
sepeda motor matic berwarna krem. “makasih ya udah nganterin gue sampai rumah”
kata keyla dengan seulas senyuman. “iya” jawab dion sambil tersenyum. Tepat di
depan pagar rumah keyla, dion turun dari motor dan menghampiri keyla. Hati
gadis itu nyaris tak berdetak ketika dion sudah berada di hadapannya begitu
dekat. Mata keyla mengedip dan diam seperti patung. Detak jantungnya begitu
kencang. Keyla berusaha menjaga agar detak jantungnya tak didengar oleh dion.
“gue mau ngomong sesuatu boleh nggak?” kata dion dengan wajah serius. “mau
ngomong apa?” tanya keyla jantungnya masih berdetak kencang. Dion diam, namun
dirinya gelisah seperti ingin mengatakan sesuatu. Keyla ingin bertanya sekali
lagi tapi ia mengurungkan niatnya. Dion masih terdiam. Pria itu terus
menggarukan kepala dan sangat gelisah. Hatinya berkata harus memberanikan diri
untuk mengungkapkannya. “mau sampai kapan berdiam diri kaya gini terus” kata
dion di dalam benaknya. “gue suka sama lu, hhmmm... lu.. mau jadi pacar gue
nggak?” ungkap dion dengan suara pelan tapi masih terdengar. Detak jantung
keyla berhenti seketika, ia terkejut tapi senang. Katanya, itu terasa aneh di
hati. Rasanya campur aduk. “sejak kapan suka sama gue?” tanya keyla seperti menginterograsi.
“sejak pertama kali gue liat lu” jujurnya dion dengan tampang serius. “setahun
yang lalu?” tanyanya lagi. “iyaa begitulah..” jawab dion dengan sepenuh
hatinya. “gimana?” keyla berfikir dan tak banyak waktu ia berfikir, akhirnya.
“ya.. gue mau kok” jawab keyla terbata sambil menahan kegirangan dihatinya. Wajah
dion yang tadinya tegang berubah seperti bintang bermunculan setelah hujan
berhenti. Dion menetralisi kegirangannya. “yaudah gue eh aku pulang dulu ya”
dion gugup dan tak bisa menahan perasaan bahagianya itu. wajahnya memerah,
perasaan bahagia di hati terasa ingin meledak. pria itu langsung memakai helm
dan menunggangi motor matic miliknya. “yaudah hati-hati ya” mereka melambaikan
tangan. Dion sudah pergi dan keyla bergegas masuk kerumah dengan hati yang
super aneh.
keyla masuk
kamar dengan hati yang berbunga-bunga. Ia menjatuhkan diri ke kasur. Gadis itu
masih membayangkan wajah dion sambil senyum-senyum sendiri. Membayangkan
dirinya jalan berdua di mall makan ice cream. Dirinya berusaha memejamkan mata.
Namun tak kunjung tidur. Wajah dion terus gentayangan di pikiran gadis itu. “oh
my god.. tidur keyla” katanya sambil memegang kepalanya yang terisi wajah dion.
Tak lama blackberry milik keyla berbunyi. “hay sayang..” ternyata dari dion.
Gadis itu wajahnya berseri dan langsung dibalas olehnya. “hay” balasan keyla.
“belum tidur?” “belum ngantuk. Kamu udah nyampe rumah?” “udah kok. kamu nggak
ngantuk? Tidur sana..” perhatiannya dion membuat keyla tambah berbunga-bunga. “kamu
nggak ngantuk juga? Yaudah aku tidur ya.. good night” kata keyla menuruti. “i love u” langsung girang hati keyla,
dirinya tidak loncat-loncat. Tapi hatinya yang loncat-loncat kegirangan. Keyla
mulai memejamkan mata sambil senyum-senyum.
Keyla dan dion
berpacaran. Mereka menjalani hubungan dengan rasa suka dan duka. Dan juga susah
senang bersama. perlahan masalah itu datang, entah siapa yang memulai dan siapa
yang salah terlebih dahulu. Yang jelas keyla dan dion putus baik-baik. Keyla
memutuskan dion tepat di hari jadian mereka. sebelum ulang tahun keyla. Dion sempat tidak mau putus karena masih sayang. Dan dion bingung kenapa keyla memutuskannya? Sampai akhirnya.. Dion sudah tak tahan, ia ikhlas dan menghargai keputusan keyla.
2 bulan
kemudian..
Dion ternyata
belum bisa move on dari keyla. Sedangkan keyla, sudah biasa saja tak ada rasa
lagi dengan dion. Tak berlarut kesedihan atas keputusannya yang matang itu
untuk menjalani hidup masing-masing. Keyla tak menyesal sama sekali. Dion masih
menghubungi keyla.
“hay keyla.. gimana kabarnya?” kata dion melalui telepon.
“alhamdulillah baik. Lo apa kabar?” “baik juga kok”
dan mereka diam-diaman.
“keluarga apa kabar? kuliahnya gimana?” tanya dion mencoba memecahkan
keheningan.
“ya.. kuliah lancar. Ini lagi ngerjain tugas” kata keyla dengan
suara lembut.
“oke.. syukurlah kalau baik-baik aja. Yaudah good luck ya.
Asslamu’alaikum” ucap dion.
“ya.. walaikum salam” singkatnya. mereka menutup telepon.
Setelah
mengobrol sesaat dengannya melalui telepon, mereka selama 6 bulan ke depan tak
berkomunikasi lagi. “key.. gue mau ngajak lo jalan? Kira-kira ada yang marah
nggak?” kata dion melalui sms.
“boleh..” balasan keyla.
“gue jemput lu ya
dirumah”
“oke..”
hati keyla terasa aneh.
ia senang sekali setelah tak berkomunikasi dengan dion dan dion akhirnya
mengajak pergi keluar. Mereka sampai di mall.
“udah lama ya kita ga jalan
bareng kaya gini” gumam keyla dengan raut wajah berbinar sambil mengenang.
“iya. Kan lu sibuk” kata dion, meng-ejek.
“nggak gitu kok..” bantahnya di susul dengan tawa.
“iya iya..” mereka menuju gedung bioskop. Keyla merasa nyaman
sekali jika berada di dekat dion. Seharian jalan berdua membuat dirinya ingat
masa lalu saat masih berpacaran dengan dion. Dan tiba-tiba keyla berpikir dan
berharap, agar dion merasakan sama seperti yang dirasakannya. Ia hanya bisa
menunggu saat-saat itu. saat dimana kejujuran terungkap.
Keyla menunggu,
dan terus menunggu. Menunggu dion mengatakan
“aku masih sayang kamu, nggak tau
kenapa aku nggak bisa lupain kamu. Aku mau kita balikan lagi” itulah kalimat
yang diharapkan keyla. Sampai 3 bulan, dion tak mengatakannya. Mungkin ia sudah
tak ada rasa lagi dengan keyla. Hari itu adalah hari terakhir keyla bertemu
dengan dion. Gadis itu tak bisa menunggu lama lagi, ia tak tahan dengan sifat
dion yang tak mengerti bagaimana menjadi orang peka. Kebetulan keyla sedang
dekat dengan ivan. Gadis itu memutuskan membuka hatinya untuk ivan, keyla jadian
dengan ivan. Ivan cowok baik.
Semenjak itu,
dion masih menghubungi keyla. Masih perhatian dengan keyla. dion selalu ada di
saat keyla sedang sedih, dion selalu perhatian saat kekasihnya sedang tak
memperhatikannya. Tapi kenapa dion tak berkata jujur dengan isi hatinya yang
sesungguhnya, bahwa dirinya masih mencintai keyla? ia perhatian tapi tak minta
balasan. Apa yang ada di pikiran dion? Enthalah.. yang jelas, keyla cukup
bersikap baik kepada dion. Meskipun sudah menjadi mantan. Tentang perasaan?
Semenjak keyla dekat dengan ivan, keyla sudah tak berharap lagi, tak menunggu
lagi. Karena perasaan itu hilang seketika. Keyla sudah menganggap dion teman
biasa, dion hanya masa lalunya saja. Dan ia sudah bisa menjalani masa sekarang
bersama ivan. Tapi.. perasaan keyla ke ivan tak terlalu besar. Sebatas sayang
saja. gadis itu lebih memperhatikan impiannya untuk menjadi seorang pelukis. 1
tahun keyla menjalani hubungan dengan ivan, dan selama itu juga dion tak
menghunginya lagi. Mereka hilang kominikasi.
“mungkin dion udah punya pacar”
kata keyla bicara dengan dirinya sendiri di kamar. ponsel keyla sempat hilang dan harus mengganti
kartu baru.
Keyla memandangi
ponselnya yang sudah 2 hari tak berbunyi. Ivan
kemana? Itulah yang ada di pikiran keyla.
“hhhhmmmm..” keyla mendesah tak
semangat belajar. Tapi ia berusaha semangat, menyemangati dirinya sendiri. Ivan
terlalu sibuk dengan profesinya menjadi sutradara. Keyla tiba-tiba ingat dion.
Tapi dirinya tak bisa menghubunginya, karena ponselnya hilang. Keyla membuka
facebook dion, ingin mengirim message lewat facebook. Baru mau mengetik, ia
berhenti dan mengurungkan niatnya. Ia tak jadi mengirim pesan ke dion. Seminggu
kemudian.. keyla online facebook, dion juga sedang online.
“halo.. apa kabar
keyla? gue kangen sama lu keyla..” chat dari dion, keyla terkejut dan langsung
membalasnya. Nyaris gemetaran saat mengetik pesan.
“alhamdulillah, baik. Lo apa
kabar? Gue juga kangen sama lo” balasan keyla dengan perasaan girang.
“gue
minta nomer lu dong. Gue mau ngajak lu jalan key.. gimana?”
“nanti pacar lo marah..”
balasnya.
“jangan sampe tau dia nya” kata dion menggunakan emoticon tawa.
“parah
lo..” dan keyla ikut tertawa. Hati keyla sedikit hancur sih.. Dengan posisi sekarang si dion punya pacar baru.
dion dan keyla
ketemuan.
“hey..“ sapa dion.
“kalo cewek lo tau cowoknya lagi ketemuan sama
mantan pasti marah deh“ kata keyla sambil ketawa.
“pacar gue orangnya asyik
kok. jadi tenang aja. Dia tau kalo lu mantan gue key” kata dion dengan jujur.
Wajah keyla langsung murung. Sebab, Ucapan dion barusan membuat hati keyla hancur. 'Romantis sekali mereka sampai sudah saling percaya'. Mungkin itu yang ada dipikiran keyla.
“gue
liat di facebook nama cewek lo itu vanya kalo nggak salah” tebakan keyla.
“iya
bener..” kata dion.
Setelah itu mereka diam menikmati hidangan. restaurant
tempat makan yang sering mereka kunjungi dulu saat mereka masih jadian. Selesai
makan, keyla mencoba membuka kejujurannya.
”dion.. i always remember you” ungkap
keyla dengan nada pelan. Dion terkejut,
“hah? Serius? Tapi gue udah punya
pacar, dan lo juga udah punya. Sebaiknya, you must more remember your boyfriend,
keyla” kata dion.
“gue udah coba kok. tapi tetep nggak bisa” jawab keyla.
“dulu kenapa putusin gue?” tanya
dion.
“ya gue khilaf dulu lo orangnya nggak peka, setelah gue jadian dengan
ivan, gue salah menilai lo” detailnya dengan wajah menyesal.
“ya ampun.. keyla..
gue bingung jadinya, keadaannya sekarang udah beda. Jujur gue masih sayang sama
lu. tapi gue nggak bisa ninggalin vanya. Satu tahun lebih gue jadian sama dia.
gue udah nyaman” jujur dion dengan wajah tak tega.
“iya gue tau kok. gue Cuma
mau jujur aja. Ternyata lo lebih baik dari ivan. Ivan emang baik, perhatian,
tapi lo selalu ada di pikiran gue. Perhatian lo sama perhatiannya ivan beda.”
Jelasnya dengan wajah murung.
“apanya yang beda?” tanya dion.
“ya beda aja. Dia
lebih perhatian sama profesinya jadi sutradara” katanya. Lalu di sambung oleh dion.
“manusia itu nggak ada yang sempurna.. tapi gue nggak ada perasaan dendam kok sama lu. Maafin gue
ya” jelasnya.
“buat apa minta maaf? kan gue yang salah” kata keyla, heran.
"Gue udah
nyakitin lu..” jawab dion dengan nada pelan.
“gue yang nyakitin lo.. Udah
sia-siain lo. Ga usah minta maaf, tenang aja ya”
Ya begitulah.. perbuatannya yang sudah
menyia-nyiakan dion, harus ia terima karmanya. Meskipun itu sakit dan tak
sanggup menerima kenyataan.
Semakin bertambahnya
umur keyla, ia merasa semakin berpikir. Di usianya yang ke 17 tahun ini, ia
merasa ada yang aneh di dalam dirinya sendiri, bahkan hatinya juga merasa aneh.
entah kenapa dihari ulang tahunnya itu, apakah ia sedang merasa senang atau
sedang merasa sedih? Rasanya benar-benar berbeda dan aneh. kejujuran keyla dan
dion sudah terungkap sebulan yang lalu, dan pertemuan di tempat makan itu
adalah pertemuan terakhirnya. Kemarin, keyla baru saja putus dengan ivan. Keyla
tak sepenuhnya sedih, tapi merasa aneh saja. keyla merasa dion hanyalah pergi
sebentar ke luar kota, sibuk dengan urusannya. Dan akan kembali lagi di
hadapannya. Itulah yang keyla rasakan. Sepertinya ia terlalu berharap. Dion
pasti sudah sangat mencintai pacar barunya. Apakah ini yang dinamakan tak bisa
menerima kenyataan? Apakah ini yang dinamakan cinta mati sampai tidak bisa
mengharapkan putus hubungan? Apakah ini yang dinamakan cinta sesungguhnya? Dari
semua pertanyaan itu mungkin benar. “Terima kasih dion.. karena sudah pernah
mencintaiku” kata keyla dengan seulas senyuman bicara sendiri di dekat jendela
kamarnya, memandangi bintang-bintang yang bertaburan di malam hari.
No comments:
Post a Comment