Wednesday, 31 December 2014

obat galau :)

“Jangan terlalu lama terpuruk akibat penderitaan di dunia, sebab kalian akan menyesal dikemudian saat. karena telah menghabiskan waktumu yang telah kau pakai dengan kesedihan" – Defi Putri Yoilsu

Saat hati dilanda gembira, tidak satu hal pun menjadi masalah. Tapi bila hati sedang berduka, apalagi duka yang cukup dalam, terkadang iman pun bisa goyah. Bila dibiarkan, dukanya bisa jadi semakin mendalam dan keimanan pun semakin rentan. Di saat-saat seperti ini, jiwa tersebut bisa dikatakan sedang terluka, atau sedang sakit. Maka yang harus dilakukan adalah sesegera mungkin mencari obatnya. Apakah obat terbaik yang paling manjur untuk mengobati luka jiwa?
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” QS. Al Israa: 9



Ya, Al Qur’an lah obatnya. Al Qur’an merupakan obat terbaik yang tidak hanya meredakan nyeri tapi juga mampu menyembuhkan jiwa yang terluka. Sebab Al Qur’an merupakan pedoman hidup manusia. Segala resep yang dibutuhkan demi memperkokoh langkah manusia di bumi ini, semua tertulis di dalam Al Qur’an. Jelas dan berulang-ulang. Sehingga sebetulnya, saat jiwa dilanda kegelisahan, keresahan, bahkan luka yang cukup dalam, bisa terobati, hanya dengan membaca Al Qur’an.
Tidak percaya? Hehehe. Izinkan saya bercerita.

As usual, based on my own experience..
Satu minggu yang lalu, saya menerima kabar yang secara kacamata manusia, hal tersebut merupakan kabar buruk, sangat buruk mungkin. Dan secara manusiawi, psikologis, saya sempat down mendengar kabar tersebut, sebab kabarnya sangat mendadak dan mengejutkan. Saya sempat dilanda sedih hati. Dan seketika itu pula yang terlintas di pikiran saya hanya ingin segera menemui Allah Subhanahu wata’alla. Bukan ‘berpulang’ tentunya, saya tidak se-hopeless itu, hehehe. Saya hanya ingin segera berwudhu, menggelar sajadah, dan berbincang dengan-Nya, memohon akan ketenangan dan kedamaian hati, serta keyakinan bahwa semua yang terjadi adalah atas izin-Nya, dan yang telah Allah izinkan, pasti membaikkan. Maka setelah pembicaraan dengan seorang penyampai kabar tersebut usai, saya bergegas mencari mushalla, berwudhu, sambil menahan tangis yang sengaja ingin saya tumpahkan di atas sajadah saja, hanya di hadapan-Nya. Ternyata, lidah saya kelu untuk menyampaikan ulang kisah saya meski di hadapan Allah sekalipun. Hingga saya hanya bisa tertunduk sambil tersedu, sungguh Allah Maha Tahu. Akhirnya, dengan energi yang tersisa, saya mengambil Al Qur’an dari dalam tas saya, membuka lembaran halamannya dengan asal saja, dan God’s Sign, ayat yang saya baca adalah..

Sudah sering membaca Al Qur’an tapi tidak pernah berhasil membaikkan suasana hati yang kurang baik dan jiwa yang terluka? Yuk kita cek.. barangkali kita membaca Al Qur’an sekedar membaca saja. Kalau begitu ya wajar saja hati dan jiwa masih dalam keadaan luka, sebab yang menenangkan bukan hanya membaca Al Qur’an, tetapi berinteraksi dengan Al Qur’an.
Berinteraksi dengan Al Qur’an diantaranya meliputi:

* tilawah (membaca)
taddabur (memahami)
hafizh (menghafalkan)
tanfiidzh (mengamalkan)
ta’liim (mengajarkan)
tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman)
Tentu tidak mudah berinteraksi dengan Al Qur’an seperti di atas. Perlu proses. Dan saya pun masih belajar untuk benar-benar bisa berinteraksi maksimal dengan pedoman hidup dari Allah tersebut. Tidak mudah bukan berarti tidak mungkin bukan? InsyaAllah, bila ada tekad, pasti bisa. Hingga bila tiba saat dimana jiwa kembali dilanda perih, Al Qur’an lah penyembuh utama yang dicari.
Jujur, bagi muslimah hijrah seperti saya ini, saya baru bisa berinteraksi dengan Al Qur’an sampaistep taddabur atau memahami saja. Terutama saat kondisi jiwa saya terluka seminggu yang lalu. Saya baca berulang-ulang tafsir QS. Al Hadid: 22-23, lalu saya kaji maknanya, dan sungguh.. ada sebuah perasaan damai menelusup halus ke relung jiwa saya yang terluka tersebut, untuk kemudian menghembuskan nafas sejuk yang menenangkan dan mencerahkan. Bila masih tak percaya, mungkin kamu belum mencoba. Sebab bila sudah mencoba baca, saya yakin kamu akan jatuh cinta, pada ayat-ayat-Nya yang penuh makna. Sungguh Allah luar biasa, Ia turunkan ayat-ayatnya yang sangat indah. Entah bagaimana rasanya bila tidak ada Al Qur’an sebagai perantara kabar gembira dari-Nya.

“Terimakasih ya Rabb. Aku tanpa-Mu.. butiran debu..” – Defi Putri Yoilsu :)

Friday, 7 November 2014

Script Sample Novel 'NERVOSITAT'



 NERVOSITAT

BAB I

pagi hari.. dua orang pria remaja berangkat ke sekolah berjalan menyusuri trotoar bersama sahabatnya. Dua orang sahabat yang tak mengenal perbedaan. Mereka pun juga sama halnya dengan manusia lainnya yang memiliki suatu permasalahan di setiap kehidupan. Adapun cara mengatasi suatu masalah tersebut dengan cara, melupakan. Cara tersebut membuat terlepas dari permasalahan yang mengikat di pikiran mereka.  ivelo putra kindi. Biasa di panggil velo.  Pria disebelahnya adalah bimo herdiwidyo, biasa dipanggil bimo. Dia adalah sahabat velo. Tingkah konyolnya membawa suasana hati gembira. canda dan tawa terlihat jelas di wajah mereka ketika berjalan menyusuri trotoar.  bimo paling gemar baca buku dan belajar. Bimo juga paling pintar di kelas, sedangkan velo? Benar-benar berbeda sekali dengan bimo. Walaupun mereka memilki perbedaan, namun bukan berarti mereka dilarang bersahabat. velo dengan bimo tak pandang status, latar belakang atau pun sifat. Namun tahu tidak, mengapa mereka bersahabat? Hhhmmm.. ya seperti itulah adanya. tak ada alasan mengapa velo dan bimo bersahabat. Ya memang keadaannya seperti itu. Velo sangat nyaman berteman dengan bimo. dan sebaliknya, bimo juga tak tertekan mempunyai teman rada gokil seperti velo. Mereka setiap kali jalan bersama tak akan tertinggal dengan candaannya. saat menyusuri trotoar yang dikelilingi mobil angkutan umum, dan kendaraan lainnya, mereka tak akan berhenti bercanda. velo anak terakhir dari dua bersaudara. ia mempunyai kakak perempuan, namanya veli vildria kindi. Dia seorang mahasiswa yang gemar sekali baca buku. velo dan veli, sifatnya bertolak belakang. Ya lihat saja velo, berantakan dan apalagi velo sangat membenci buku. Sekolah saja malas-malasan. velo hanya tinggal berdua dirumahnya bersama seorang kakak perempuannya, veli. Pasti pada mikir kemana orang tua velo?? Pria itu juga memikirkan hal yang sama. Kemanakah orang tuanya? Ayah dan ibunya over sibuk.  ibunya sibuk dengan usaha butiknya yang bercabang dimana-mana. Sedangkan ayahnya, Sibuk dengan perusahaannya. Karena terlalu sibuk, mereka jadi lupa kalau mempunyai anak yang lagi butuh perhatian banyak. Kalau keadaanya sudah seperti ini, katanya sih, velo sudah masuk dalam kategori anak  broken home. Tak masalah baginya jika menjadi anak broken home, asalkan tak bro-ken heart sajalah. Katanya, cowok berbadan tinggi, memakai baju sekolah ukuran pas dengan badannya, celana sedikit ngpress, rambut sedikit coklat, bermodel mohawk, berjalan menyusuri trotoar di pinggiran jalan menuju halte bus bersama sahabatnya. “bbbmmmmm”  Bunyi bus. bus telah datang, velo dan bimo langsung naik bus tersebut. Sudah sampai tujuan, Seperti biasanya velo berhasil lolos tak membayar ongkos bus. woy bayar. Sialan..” teriakan seorang kenek bus. “yaelah bang woles!! Gua bayar nanti. Kalo perlu sama bus nya. Sekalian sama lu nya” velo tertawa mengejek seorang kenek tersebut yang dari awal sudah memerah wajahnya. “Sialan tuh anak sekolahangerutunya. “tek tek tek teekkk” (suara koin diketuk oleh kenek memberi aba-aba kepada supir untuk menjalankan bus tersebut

Benci sampai mati..

Velo sekarang duduk dikelas 3 SMP. Velo menghampiri teman sebangkunya yang lagi duduk di teras halaman sekolah. “wey bro baca buku mulu lu. Otak lu tuh butuh refreshing. Ah payah lukomentarnya pria itu duduk di sebelah bimo seketika ia mengacak rambut bimo yang sedang asyik membaca buku. Model rambut yang biasa saja, putih, sedikit ganteng, tinggi dan memakai kacamata itu bernama bimo. Bimo adalah teman sebangku velo sekaligus sahabat. Meskipun velo suka jail dengan bimo, tapi mereka tetap fine dan enjoy. Menerima setiap kekurangan dan kelebihan masing-masing. “tiap lo dateng. Pasti nggak ketinggalan buat ngacak rambut gue” gerutunya sambil merapihkan rambut. Velo hanya tersenyum senang melihat bimo marah. “Gue lagi asyik baca nih. Ganggu aja loungkap bimo sambil memonyongkan bibirnya. “yaelah payah lu, apa sih enaknya baca buku? Bikin pusing aja. Hidup ini harus di nikmatin broo, lo liat cewek-cewek tuh. Lu ngga tertarik apa?” velo menunjuk dengan dagunya mengarah gadis-gadis yang sedang melewatinya dari kejauhan. Sambil memegang pundak bimo. wajah bimo terlihat tidak tertarik dengan pembahasan velo. “ah cewek mulu lo vel, gue lebih suka ngeliatin buku dari pada liat cewek-cewek yang nggak jelas kaya gitu  melanjutkan membaca dan mengacuhkan velo.  “apa lu kata? Eh otak lu udah di cuci kayanya sama nih buku. Apa perlu gue sodorin cewek-cewek lagi sexy baru lu bisa ngelirik?” velo tertawa mengejek. dan mengacak rambut bimo untuk kesekian kalinya. Velo senang sekali mengacak rambut orang. Termasuk sahabatnya. “najis lo, vel” katanya, dengan wajah ilfeel. “Dari pada lo ngomong ngaco kaya gini, mending lo beliin gue makanan di kantin. Lebih berkah dari pada lo ngomong nggak jelas kaya tadi. Gih buru”  suruhnya dan mendorong velo. “iye oke karena gue teman yang baik gue beliin lo makanan deh. Tapi berhubungan duit gue menipis, pake duit lo dulu ya” menadangkan tangannya ke bimo. “ah itu sih bukan temen baik. sama aja pake duit gue juga” kata bimo dan langsung mengambil uang di saku  bajunya. “mau gue beliin nggak? Yaelah gitu aja lo perhitungan sama temen sendiri. Gue kan juga pernah jajanin lo, bimo!!”  mencoba membela diri. “kapan?” tanya bimo terheran sambil mengangkat kedua alisnya. “ongkos bus yang bayarin kan gueungkap velo merasa pahlawan. “yaelahh itu sih pake duit gue. Gue waktu itu nggak bawa duit, dan gue ganti besoknya. Udah buru jadi ngebacot mulu lo vel” bimo langsung mendorong velo. “Oke jangan kemana-mana brotawa velo mengejek. kemudian ia pergi ke kantin. Dan bimo melanjutkan kembali membaca buku novel yang dipegangnya. novel tentang komedi remaja. Bimo anak paling pintar di kelas. Jago matematika tapi belum pernah pacaran. sedangkan velo justru kebalikan dari bimo. pria paling malas belajar dan tak jago dengan pelajaran apapun. Velo lebih suka nge-band dari pada belajar. Melihat buku saja velo sudah malas.
Dari SD ia tak pernah masuk dalam kategori juara kelas. Setiap ujian kerjaannya hanya mencontek. Velo tak pernah mengerjakan PR. Pernah sih itu juga jarang. Teman sebangkunya yang menjadi penyelamat velo. Setiap ada PR selalu dikasih contekan.

Monday, 3 November 2014

LDR jodoh yang tertunda


Cinta itu kadang juga bikin kesal.cinta yang begitu antusias, Emosi pun keluar dan itu ada sebabnya. Entah itu karena pacar ngga ngasih kabar, entah itu pacar sering ngeselin sama sifatnya yang gak peka. Bikin gondok intinya deh. LDR, (Long distance Relationship). Pacaran jarak jauh gak ngejamin awet. Mungkin hanya orang-orang beriman aja kali ya yang bisa kuat. Kuat ngadepin pemikiran curiga terhadap dia, kuat dijarangin ngasih kabar sama si dia dan LDR mesti  kuat tahan batin. Dan ikhlas pasrah lahir batin. Banyak banget pasangan yang putus karena keadaan,  jarak yang memisahkan pasangan tersebut. Kalau sama-sama ego gue yakin, pacaran Cuma 2 hari atau paling lama seminggu pasti putus. Kadang juga suka salah paham. Gara-gara jaringan internet yang lemot terus dia yang nan jauh dimata menyangka kamu gak balas bbm nya atau gak balas sms, chat fb dan alat lainnya yang berhubungan dengan komunikasi. Jaringan internet juga penting banget buat ngelancarin komunikasi untuk LDR. Jaringan eror hubungan komunikasi pun jadi ikutan.. rusak.! Salah paham, disangkanya ga pernah ngaasih kabar. Padahal bbm atau sms nyangkut gak jelas baru nyampe 3 hari kemudian. -___- apakah Resiko LDR dengan status jomblo?  LDR resikonya jauh lebih besar dibanding status jomblo. Paling kalau status jomblo Cuma di ejek “malem minggu ga punya pasangan dan bisanya Cuma ngegalau dan jadi kang stalker di media sosial”. Ya paling itu aja sih status jomblo di bully gitu. Kalau yang cuek sih enak enjoy dont care kalo kata yang nyante mah. Coba LDR? Ya paling sering diginiin “ciyeee pacarnya kemana? Malem minggu masa lewat telpon doang?” terus lo harus bilang apa? Mau dikata apa, mau lo cuek-cuekin juga tetep LDR itu paling ngebatin. Hey LDR yang kurang kuat imannya, Hati kamu ngebatin ga? :p Kalo udah di ejek begitu pasti langsung muncul pemikiran begini “Mau putus tapi udah sayang, gak putus tapi begini terus, ribut terus. Yaudah bingung, mentoknya antara pasrah, selingkuh dan putus. khusus para LDR, lo pilih mana?

Friday, 3 October 2014

LOVE of CRIME





Kebahagiaan itu datang setelah sara bertemu dengan hafitd. Sara mengenal pria itu sejak dirinya duduk dibangku kelas 2 SMP. Kebahagiaan itu semakin meningkat saat hafitd menyatakan perasaan sesungguhnya kepada sara. Tidak lama mereka berpacaran. Masa indah mereka lalui tanpa adanya suatu permasalahan di dalam hubungannya. Sampai pada saat kelulusan SMP, hafitd memberi pendapat untuk masuk SMA bareng. Sara setuju dan tentu saja sara juga memang ingin satu sekolah terus dengan hafitd.
Ade sara angelina suroto, adalah gadis ayu yang penuh ceria, memiliki rambut hitam dibawah bahunya itu putri sulung dari keluarga terpandang, sama dengan Ahmad imam al hafitd, pria berkacamata dan memiliki rambut sedikit ikal dan agak kriting itu juga putra dari keluarga terpandang. Kecerian sara membuat dirinya di sukai banyak orang. Ia punya banyak teman dan para sahabat. Frista adalah salah satu teman dekat sara. Di antara teman-teman lain, hanya frista yang tau sifat sara kaya gimana. Frista juga payung buat sara, disaat sara lagi tertimpa hujan besar. Mereka berdua selalu ada di saat lagi membutuhkan. Pagi hari, di dalam kelas saat jam pelajaran fisika. Pelajaran yang tidak begitu disukai sara. “etha.. kantin yuk. Gue males pelajaran fisika”  bisik sara saat gurunya sedang menerangkan. “ngapain ke kantin? Yaudah ayo. Gue juga ngantuk nih. Tapi yang keluar lo duluan ya. Biar gak ketauan” kata frista dengan idenya. Sara hanya mengangguk lalu ia langsung mengacungkan tangannya. “maaf bu.. saya mau ijin ke toilet” kata sara minta ijin. dan guru fisika yang sudah berkepala 3 itu sejenak berhenti menerangkan saat sara meminta ijin dan dipersilahkan lalu di lanjutkannya kembali. Sara bangkit dari tempat duduk langsung keluar kelas. 5 menit kemudian.. tidak lama frista meminta ijin ke toilet. Gurunya hanya mengangguk tanpa sadar bahwa sara dan frista janjian keluar kelas. Lalu guru tersebut lanjut menerangkan.
Sara merangkul frista saat berjalan menuju kantin. Tertawa cekikikan sampai terdengar dikelas-kelas yang sedang belajar. “ssssttt.. ih kita ketawa kenceng banget gila lo!” tutur frista mereka sambil berjalan berbisik di telinga. Sesampainya dikantin. “gue bingung mau beli apaan ya” kata sara, kebingungan. Frista hanya mengambil permen lolipop dan permen-permen lainnya, sama ciki-ciki. “nih bu.. duitnya”
“lo beli permen doang sama ciki? Yaudah gue juga deh”  kata sara dan ia langsung mengambil permen dan cemilan kecil. “duduk disana yuk, sar” frista menunjukan tempat duduk tanpa kursi. Maksudnya deprak di lantai. Sara ikutan duduk disebelah frista. “eh sar ntar pulang sekolah lo bareng sama si hafitd?” tanya  frista. “gak tau deh. Kayanya sih iya. Emang kenapa?” tanya sara sambil membuka bungkus permen lolipopnya. “mau ngajak lo main. Yah.. yaudah deh. Eh gue mau beli keripik setan ah” pikirnya dan langsung bangkit mengambil keripik tersebut. Dan juga mengambil 2 gela air mineral dingin. Setelah memberikan uang ke ibu kantin, ia kembali menghampiri sara. “mau ga sar?” tawarnya..
“ogah ah.. pedes!”
“enak tau, sar!” kata frista dengan sedikit lenjenya. Dan langsung menikmati keripik setan tersebut dengan nikmat. Frista mulai kepedasan. Ia langsung mengambil minuman yang ada disampingnya, sedotan langsung ia tancapkan ke minuman tersebut dan langsung ia sedot dengan cepat. “gila.. pedes banget!!” komentarnya..
“dari namanya juga keripik setan, ethaaaaa” wajah frista mulai memerah seperti kepiting rebus, berkeringat. Dan tiba-tiba sara menyubit frista dengan kencang. “anjrittt.... sakit, gilaaaa!”
“hahahhaha... biar makin melek, ta” kata sara mengejek.
“lo awet ye sama hafitd? Gue mah boro-boro. Pacaran aja brantem mulu. Dikit-dikit masalah, dikit-dikit putus. Cape deh”
“iya ya.. gue juga bingung kenapa gue bisa awet. Ngalir gitu aja sih, ta”
“gue juga mau kaya gitu, sar”
“udah... gausah iri dan gausah galau ya, etha sayang.. cup cup cup. Ada gue disini” sara merangkul frista yang sudah ia anggap sebagai sahabat terbaiknya.  “thank youuuuuuu, sar. Lo emang is the best deh”
“yaudah kita masuk yuk ah. Udah abis nih pelajaran fisika”
“yuk” mereka bangkit dan langsung menuju kelas.
Bel pulang sekolah berbunyi.. hafitd sudah menunggu didepan kelas sara untuk mengajak pulang bersama. Sara pun keluar dari kelas bersama frista dan teman-teman sebaya lainnya. “eh sar, ta.. gue balik duluan ya” kata teman-teman yang lain sambil melambaikan tangannya lalu pergi. Dan disusul oleh frista. “yaudah deh gue juga balik duluan yaa. Jagain sahabat gue pit. Awas ya.. bawa motor jangan ngebut” pintanya dengan lantang. “siap booosss” jawab hafitd sambil tersenyum. Frista pun pergi. “ayoooo..  kita puyang” kata hafitd sambil menggandeng tangan sara. Mereka pun pergi meninggalkan kelas.
Kelulusan telah tiba...
Senang, sedih, campur aduk menjadi satu. Pertama Senang, karena ade sara mendapat nilai bagus diantara teman-teman dikelasnya. Dan pastinya juga senang karena ia akan memasuki kuliah bareng hafitd. Satu kampus dengan pacar kesayangannya itu. Yang kedua, sedih. Ade sara sedih karena frista kuliah ditempat lain. Kedua sahabat itu terpaksa tidak satu kampus. Karena frista harus kuliah diluar kota sesuai keinginan kedua orang tuanya. Mau tidak mau ya mereka harus terpisah. Raga memang terpisah, tapi hati persahabatan tidak akan pernah terpisahkan. Jarak bukanlahg akhir dari segalanya. Mereka tetap berkomunikasi. Apalagi jaman sekarang sudah banyak sosial media, seperti path, twitter, instagram, facebook, dan lain sebagainya. Sangatlah mudah jika untuk berkomunikasi. Kalau ingin face to face. Tinggal buka skype. Meskipun tidak bisa jari-jari tangan mereka tidak bisa saling bersentuhan satu sama lain, setidaknya Rasa rindu seorang sahabat akan sedikit terhapuskan. jadi.. ade sara dan frista tetap tenang dengan adanya media sosial.
Waktu terus berjalan mengalir apa adanya. Hubungan ade sasra semakin renggang karena datangnya suatu masalah. Mulai dari cemburu, beda agama, dan masih banyak lagi sampai mereka tak sanggup menahan rasa emosi dibenaknya yang telah habis terkuras dalam-dalam. Sampai pada titik dimana kejenuhan itu datang. Jenuh karena tak bisa lagi menahan rasa cemburu. Jenuh karena tak sanggup bertengkar hanya karena satu permasalahan yang itu-itu saja sampai dijelaskan bahwa itu tidak benar. Masalah yang selalu diributkan ialah, hafitdz selalu akan curiga dan mengekang ade sara. Hafitdz mencurigai kekasihnya telah selingkuh. Nyatanya.. itu tidak benar. pertengkaran hebat kini terjadi di anatar mereka. Ade sara sudah sekuat tenaga mengacuhkan nething nya hafitdz itu kepadanya demi mempertahankan hubungan mereka yang sudah terlanjur berjalan selam 4 tahun hampir 5 tahun. Namun, hafitdz selalu memancing ade sara. Ia terus mengungkit dan ade nyaris terpancing dengan sikap hafitdz. Dan sampai pada akhirnya.. ade sara tak kuat mempertahankan hubungannya dengan hafitdz. Jangan salahkan dirinya jika sekarang ini ade sara ingin memutuskan hubungan. Jangan salahkan ade sara, jika perasaan rasa sayang berubah menjadi hambar. Ade sara sudah sekuat dan semampunya untuk terus mempertahankan hubungannya. Ini ulah hafitdz sendiri. Hafitdz yang sudah merubah moment manis menjadi pahit. Ade sara minta putus dengan hafitdz, awalnya hafitdz tidak terima. Ade sara tetap pada pendiriannya. Ia meninggalkan hafidtz karena hatinya sudah kecewa karena pria berkacamata itu sudah tak percaya lagi dengan ade sara. Tak percaya lagi seperti dahulu awal mengenalnya. bahkan hafitdz malah selingkuh dengan cewek lain. mungkin sengaja untuk bikin ade sara cemburu atau memang hafitdz sudah tak sayang lagi? entahlah..

 Cemburu.. kata sederhana, pendek. Tapi tercampur rasa dibenak ketika merasakan cemburu. Marah, kesal, nyesek, bahkan timbul rasa benci. Benci pada orang yang di sayang. Terkadang cemburu bisa merubah rasa sayang menjadi mati rasa. Dan ada juga cemburu sebatas emosi sesaat, hari selanjutnya rasa kesal karena cemburu itu hilang. Kenapa seperti itu? Kenapa tidak seperti yang pertama. Cemburu bisa merubah rasa sayang menjadi mati rasa. Kenapa tidak seperti itu saja? Entahlah.. hati yang sabar, hati yang penuh ketulusan. Cuma bisa marah sesaat saja. Mungkin akan ada waktunya dimana mati rasa itu akan datang. Ya.. datang dengan sendirinya. Rasa cemburu yang telah ade sara rasakan.. membuat sikap dan sifat akan berubah seperti biasanya. Sikap yang awalnya ceria dan tak pernah tersentuh rasa sakit, sekarang memilih lebih diam dan  awalnya ade sara sangat perhatian kepada hafitd, kini menjadi dingin tak seantusias seperti sedia kalanya. entah... apakah rasa sakit itu masih ada atau telah hilang. Yang jelas hati ade sara telah terluka dan kini masih membekas. Akibat rasa cemburu lalu menimbulkan rasa sakit dan  jalan pemikirannya kini mencapai proses pendewasaan dalam berfikir. Semua itu datang secara tiba-tiba, tanpa dibuat-buat.
Pagi hari ade sara mendapat pesan tak dikenal.. apakah isi pesannya? Tunggu di cerita selanjutnya yaaaaa.. episode Love of crime part 2