Friday, 3 October 2014

LOVE of CRIME





Kebahagiaan itu datang setelah sara bertemu dengan hafitd. Sara mengenal pria itu sejak dirinya duduk dibangku kelas 2 SMP. Kebahagiaan itu semakin meningkat saat hafitd menyatakan perasaan sesungguhnya kepada sara. Tidak lama mereka berpacaran. Masa indah mereka lalui tanpa adanya suatu permasalahan di dalam hubungannya. Sampai pada saat kelulusan SMP, hafitd memberi pendapat untuk masuk SMA bareng. Sara setuju dan tentu saja sara juga memang ingin satu sekolah terus dengan hafitd.
Ade sara angelina suroto, adalah gadis ayu yang penuh ceria, memiliki rambut hitam dibawah bahunya itu putri sulung dari keluarga terpandang, sama dengan Ahmad imam al hafitd, pria berkacamata dan memiliki rambut sedikit ikal dan agak kriting itu juga putra dari keluarga terpandang. Kecerian sara membuat dirinya di sukai banyak orang. Ia punya banyak teman dan para sahabat. Frista adalah salah satu teman dekat sara. Di antara teman-teman lain, hanya frista yang tau sifat sara kaya gimana. Frista juga payung buat sara, disaat sara lagi tertimpa hujan besar. Mereka berdua selalu ada di saat lagi membutuhkan. Pagi hari, di dalam kelas saat jam pelajaran fisika. Pelajaran yang tidak begitu disukai sara. “etha.. kantin yuk. Gue males pelajaran fisika”  bisik sara saat gurunya sedang menerangkan. “ngapain ke kantin? Yaudah ayo. Gue juga ngantuk nih. Tapi yang keluar lo duluan ya. Biar gak ketauan” kata frista dengan idenya. Sara hanya mengangguk lalu ia langsung mengacungkan tangannya. “maaf bu.. saya mau ijin ke toilet” kata sara minta ijin. dan guru fisika yang sudah berkepala 3 itu sejenak berhenti menerangkan saat sara meminta ijin dan dipersilahkan lalu di lanjutkannya kembali. Sara bangkit dari tempat duduk langsung keluar kelas. 5 menit kemudian.. tidak lama frista meminta ijin ke toilet. Gurunya hanya mengangguk tanpa sadar bahwa sara dan frista janjian keluar kelas. Lalu guru tersebut lanjut menerangkan.
Sara merangkul frista saat berjalan menuju kantin. Tertawa cekikikan sampai terdengar dikelas-kelas yang sedang belajar. “ssssttt.. ih kita ketawa kenceng banget gila lo!” tutur frista mereka sambil berjalan berbisik di telinga. Sesampainya dikantin. “gue bingung mau beli apaan ya” kata sara, kebingungan. Frista hanya mengambil permen lolipop dan permen-permen lainnya, sama ciki-ciki. “nih bu.. duitnya”
“lo beli permen doang sama ciki? Yaudah gue juga deh”  kata sara dan ia langsung mengambil permen dan cemilan kecil. “duduk disana yuk, sar” frista menunjukan tempat duduk tanpa kursi. Maksudnya deprak di lantai. Sara ikutan duduk disebelah frista. “eh sar ntar pulang sekolah lo bareng sama si hafitd?” tanya  frista. “gak tau deh. Kayanya sih iya. Emang kenapa?” tanya sara sambil membuka bungkus permen lolipopnya. “mau ngajak lo main. Yah.. yaudah deh. Eh gue mau beli keripik setan ah” pikirnya dan langsung bangkit mengambil keripik tersebut. Dan juga mengambil 2 gela air mineral dingin. Setelah memberikan uang ke ibu kantin, ia kembali menghampiri sara. “mau ga sar?” tawarnya..
“ogah ah.. pedes!”
“enak tau, sar!” kata frista dengan sedikit lenjenya. Dan langsung menikmati keripik setan tersebut dengan nikmat. Frista mulai kepedasan. Ia langsung mengambil minuman yang ada disampingnya, sedotan langsung ia tancapkan ke minuman tersebut dan langsung ia sedot dengan cepat. “gila.. pedes banget!!” komentarnya..
“dari namanya juga keripik setan, ethaaaaa” wajah frista mulai memerah seperti kepiting rebus, berkeringat. Dan tiba-tiba sara menyubit frista dengan kencang. “anjrittt.... sakit, gilaaaa!”
“hahahhaha... biar makin melek, ta” kata sara mengejek.
“lo awet ye sama hafitd? Gue mah boro-boro. Pacaran aja brantem mulu. Dikit-dikit masalah, dikit-dikit putus. Cape deh”
“iya ya.. gue juga bingung kenapa gue bisa awet. Ngalir gitu aja sih, ta”
“gue juga mau kaya gitu, sar”
“udah... gausah iri dan gausah galau ya, etha sayang.. cup cup cup. Ada gue disini” sara merangkul frista yang sudah ia anggap sebagai sahabat terbaiknya.  “thank youuuuuuu, sar. Lo emang is the best deh”
“yaudah kita masuk yuk ah. Udah abis nih pelajaran fisika”
“yuk” mereka bangkit dan langsung menuju kelas.
Bel pulang sekolah berbunyi.. hafitd sudah menunggu didepan kelas sara untuk mengajak pulang bersama. Sara pun keluar dari kelas bersama frista dan teman-teman sebaya lainnya. “eh sar, ta.. gue balik duluan ya” kata teman-teman yang lain sambil melambaikan tangannya lalu pergi. Dan disusul oleh frista. “yaudah deh gue juga balik duluan yaa. Jagain sahabat gue pit. Awas ya.. bawa motor jangan ngebut” pintanya dengan lantang. “siap booosss” jawab hafitd sambil tersenyum. Frista pun pergi. “ayoooo..  kita puyang” kata hafitd sambil menggandeng tangan sara. Mereka pun pergi meninggalkan kelas.
Kelulusan telah tiba...
Senang, sedih, campur aduk menjadi satu. Pertama Senang, karena ade sara mendapat nilai bagus diantara teman-teman dikelasnya. Dan pastinya juga senang karena ia akan memasuki kuliah bareng hafitd. Satu kampus dengan pacar kesayangannya itu. Yang kedua, sedih. Ade sara sedih karena frista kuliah ditempat lain. Kedua sahabat itu terpaksa tidak satu kampus. Karena frista harus kuliah diluar kota sesuai keinginan kedua orang tuanya. Mau tidak mau ya mereka harus terpisah. Raga memang terpisah, tapi hati persahabatan tidak akan pernah terpisahkan. Jarak bukanlahg akhir dari segalanya. Mereka tetap berkomunikasi. Apalagi jaman sekarang sudah banyak sosial media, seperti path, twitter, instagram, facebook, dan lain sebagainya. Sangatlah mudah jika untuk berkomunikasi. Kalau ingin face to face. Tinggal buka skype. Meskipun tidak bisa jari-jari tangan mereka tidak bisa saling bersentuhan satu sama lain, setidaknya Rasa rindu seorang sahabat akan sedikit terhapuskan. jadi.. ade sara dan frista tetap tenang dengan adanya media sosial.
Waktu terus berjalan mengalir apa adanya. Hubungan ade sasra semakin renggang karena datangnya suatu masalah. Mulai dari cemburu, beda agama, dan masih banyak lagi sampai mereka tak sanggup menahan rasa emosi dibenaknya yang telah habis terkuras dalam-dalam. Sampai pada titik dimana kejenuhan itu datang. Jenuh karena tak bisa lagi menahan rasa cemburu. Jenuh karena tak sanggup bertengkar hanya karena satu permasalahan yang itu-itu saja sampai dijelaskan bahwa itu tidak benar. Masalah yang selalu diributkan ialah, hafitdz selalu akan curiga dan mengekang ade sara. Hafitdz mencurigai kekasihnya telah selingkuh. Nyatanya.. itu tidak benar. pertengkaran hebat kini terjadi di anatar mereka. Ade sara sudah sekuat tenaga mengacuhkan nething nya hafitdz itu kepadanya demi mempertahankan hubungan mereka yang sudah terlanjur berjalan selam 4 tahun hampir 5 tahun. Namun, hafitdz selalu memancing ade sara. Ia terus mengungkit dan ade nyaris terpancing dengan sikap hafitdz. Dan sampai pada akhirnya.. ade sara tak kuat mempertahankan hubungannya dengan hafitdz. Jangan salahkan dirinya jika sekarang ini ade sara ingin memutuskan hubungan. Jangan salahkan ade sara, jika perasaan rasa sayang berubah menjadi hambar. Ade sara sudah sekuat dan semampunya untuk terus mempertahankan hubungannya. Ini ulah hafitdz sendiri. Hafitdz yang sudah merubah moment manis menjadi pahit. Ade sara minta putus dengan hafitdz, awalnya hafitdz tidak terima. Ade sara tetap pada pendiriannya. Ia meninggalkan hafidtz karena hatinya sudah kecewa karena pria berkacamata itu sudah tak percaya lagi dengan ade sara. Tak percaya lagi seperti dahulu awal mengenalnya. bahkan hafitdz malah selingkuh dengan cewek lain. mungkin sengaja untuk bikin ade sara cemburu atau memang hafitdz sudah tak sayang lagi? entahlah..

 Cemburu.. kata sederhana, pendek. Tapi tercampur rasa dibenak ketika merasakan cemburu. Marah, kesal, nyesek, bahkan timbul rasa benci. Benci pada orang yang di sayang. Terkadang cemburu bisa merubah rasa sayang menjadi mati rasa. Dan ada juga cemburu sebatas emosi sesaat, hari selanjutnya rasa kesal karena cemburu itu hilang. Kenapa seperti itu? Kenapa tidak seperti yang pertama. Cemburu bisa merubah rasa sayang menjadi mati rasa. Kenapa tidak seperti itu saja? Entahlah.. hati yang sabar, hati yang penuh ketulusan. Cuma bisa marah sesaat saja. Mungkin akan ada waktunya dimana mati rasa itu akan datang. Ya.. datang dengan sendirinya. Rasa cemburu yang telah ade sara rasakan.. membuat sikap dan sifat akan berubah seperti biasanya. Sikap yang awalnya ceria dan tak pernah tersentuh rasa sakit, sekarang memilih lebih diam dan  awalnya ade sara sangat perhatian kepada hafitd, kini menjadi dingin tak seantusias seperti sedia kalanya. entah... apakah rasa sakit itu masih ada atau telah hilang. Yang jelas hati ade sara telah terluka dan kini masih membekas. Akibat rasa cemburu lalu menimbulkan rasa sakit dan  jalan pemikirannya kini mencapai proses pendewasaan dalam berfikir. Semua itu datang secara tiba-tiba, tanpa dibuat-buat.
Pagi hari ade sara mendapat pesan tak dikenal.. apakah isi pesannya? Tunggu di cerita selanjutnya yaaaaa.. episode Love of crime part 2