Seperti biasa ya. Pada
saat awal bertemu di awal perkenalan dengan seseorang itu pasti rasanya memang
sangatlah indah. apapun, dimanapun, kapanpun pasti pikiran selalu berfikir
positif. Bahkan pada saat itu juga gue nggak tau dan nggak pernah ketemu di
dalam mainset gue sama yang namanya “pemikikran negatif tentang dirinya”. Iya
bener banget, satu konsep ini gue bakal ceritain tentang gue dengan salah
seorang yang menurut gue sangat dan teramat spesial...
Jadi begini
ceritanya..........................................
Di hadapan gue sudah
ada bif burger, brownis sandey, mocca frut dan milo panas. Memang pada saat itu
gue bawa notebook mau nulis jadi gue gak laper-laper banget, pesenan gue itu
semua yang berbau kopi dan coklat Cuma sekedar pengen menenangnkan otak gue aja
biar lebir rileks saat nulis. Gue lahab sedikit gigitan pada bif burger
gue itu, mata gue masih tertuju pada
layar notebook sesekali mengetik, sesekali minum mocca frut.saat gue menggigit
bif burger itu datanglah seorang pria muda dengan tinggi badan 180 cm, putih,
dan dia memakai kupluk warna abu-abu. Dilehernya dilingkari headphoe mini
berwarna putih. “maaf.. gue boleh duduk disini ga? Soalnya tempat udah penuh
semua” katanya sambil ribet membawa nampan yang berisi makanan pesanannya.
tanpa berpikir panjang karena sudah kasihan melihat pria itu yang begitu ribet
jadi langsung gue jawab “oh.. iya silahkan. Gapapa kok” jawab gue dengan yang
masih dipenuhi bif burger di dalam mulut gue. “thanks yaaa” kata pria itu lalu
langsung duduk dengan wajah yang ceria seperti orang yang bisulnya pecah.
Legaaaaaaaaaa... itulah yang gue liat dari raut wajahnya. Pria menyantap
makanannnya dengan lahab. Gue sesekali melirik. Nggak tau kenapa mata gue
bawaannya pengen ngelirik itu cowok mulu. Dalam hati gue, gue harus berlaga
sibuk mengetik. Padahal saat itu juga pikiran gue mulai buyar setelah melihat
kegantengan wajah cowok itu. jantung gue dag dig dug gimana gitu. yassalaam.... *_*
Gue ke kfc sendirian.
(ngasih tau ajasih) gue memesan makanan, untungnya gak ngantri. Jadi gue nggak
capek buat berdiri tegak menunggu giliran gue mesen makanan. Waktu itu gue
sempet ngalamin ngantri sepanjang ya kira-kira sepanjang kereta yang di mall
itu yang sering ditumpangi anak-anak. Tau kan? Iya saat itu juga sempat dibenak
pemikiran gue nggak mau lagi makan di kfc kalau perlu nggak mau kenal lagi deh.
Ya.. tapi berhubung tempat makan yang asyik dan bisa wifi gratisan Cuma kfc
ajasih. Yang paling penting gak mengocek uang banyak buat makan kenyang. Pas
gue mikir begitu yaudah akhirnya gue memutuskan untuk ga jadi membenci kfc.
Hehehehe...
Kembali ke cerita.....
Setelah gue mendapat
makanan yang gue pesan dan sudah membayarnya, gue langsung menuju tempat makan.
Gue lebih suka duduk di lantai atas paling pojok dan lebih suka sofa hitam yang
empuk daripada dikursi. Selain niatnya mau makan ya gue juga pengen
santai-santai dong, blonjoran, bersandar. gue juga lebih suka duduk paling
pojok. Kalau ditanya, kenapa? Ngga tau kenapa, enak aja. Oke gue sama si ganteng
duduk berhadapan. Makanan dia hampir habis dan sepanjang dirinya menyantap, dia
sama sekali engga say heloo. Sekedar senyum sesekali melanjutkan makan. Gatau
kenapa hati gue bilang “ini kok orang ga bilang hay atau apa ya. Kenalan kek
atau apa gitu” kata hati gue tapi dengan intonasi yang biasa aja. Gue masih
asyik mengetik dengan notebook mini gue. sangking asyiknya, gue nggak sadar
cowok itu angkat bangkit dari kursi karna sudah terlihat makanannya sudah
habis. Gue pura-pura sok nggak ngeliat padahal mata gue sesekali kepo tertuju
padanya. “hey.. gue duluan ya. Thanks udah boleh join ditempat duduk lo”
katanya sambil mengumbar seulas senyuman yang begitu manis. Ngeliat senyumannya
nggak tau kenapa tiba-tiba detak Jantung gue berdetak cepet banget, haduuuh
lemas rasanya. “ah.. iya iya.. sama-sama” kata gue sedikit gerogi tapi berusaha
tetep rileks dan membalas senyumannya. Di pergi. Dan entah kenapa mata gue
masih ngeliat dia sampai dirinya beranjak depan pintu kfc. Kesekian kalinya
hati gue berkata “kok ngga kenalan sih? Ah sombong banget deh. Kenalan kek atau
tukeran nomer. Hhhhmmmm” kata hati gue sambil gue menghelakan nafas panjang.
“ya semoga aja kita ketemu lagi deh” ucap gue sambil senyum-senyum sendiri
memandangi pintu yang tadi cowok itu keluar. Pada saat itu yang ada dipikiran
gue tentangnya Cuma “apakah kita bisa bertemu lagi ya?” kaya di pilem pilem
gitu dah.. “Eh apasih gue. kenapa jadi genit begini. Aduh def.. biasa aja
keules. Kaya nggak pernah liat cowok ganteng aja. Ih lebay. Sadar def sadar..”
ucap gue dengan cepat lalu tersadar dari kegenitan pemikiran gue yang pengen
banget kenalan. “udahlah.. nulis lagi aja” kata gue mengabaikan kejadian tadi dan
akhirnya gue melanjutkan mengetik aja.
No comments:
Post a Comment