Friday, 27 June 2014

Pertemuan singkat




Seperti biasa ya. Pada saat awal bertemu di awal perkenalan dengan seseorang itu pasti rasanya memang sangatlah indah. apapun, dimanapun, kapanpun pasti pikiran selalu berfikir positif. Bahkan pada saat itu juga gue nggak tau dan nggak pernah ketemu di dalam mainset gue sama yang namanya “pemikikran negatif tentang dirinya”. Iya bener banget, satu konsep ini gue bakal ceritain tentang gue dengan salah seorang yang menurut gue sangat dan teramat spesial...
Jadi begini ceritanya..........................................
Di hadapan gue sudah ada bif burger, brownis sandey, mocca frut dan milo panas. Memang pada saat itu gue bawa notebook mau nulis jadi gue gak laper-laper banget, pesenan gue itu semua yang berbau kopi dan coklat Cuma sekedar pengen menenangnkan otak gue aja biar lebir rileks saat nulis. Gue lahab sedikit gigitan pada bif burger gue  itu, mata gue masih tertuju pada layar notebook sesekali mengetik, sesekali minum mocca frut.saat gue menggigit bif burger itu datanglah seorang pria muda dengan tinggi badan 180 cm, putih, dan dia memakai kupluk warna abu-abu. Dilehernya dilingkari headphoe mini berwarna putih. “maaf.. gue boleh duduk disini ga? Soalnya tempat udah penuh semua” katanya sambil ribet membawa nampan yang berisi makanan pesanannya. tanpa berpikir panjang karena sudah kasihan melihat pria itu yang begitu ribet jadi langsung gue jawab “oh.. iya silahkan. Gapapa kok” jawab gue dengan yang masih dipenuhi bif burger di dalam mulut gue. “thanks yaaa” kata pria itu lalu langsung duduk dengan wajah yang ceria seperti orang yang bisulnya pecah. Legaaaaaaaaaa... itulah yang gue liat dari raut wajahnya. Pria menyantap makanannnya dengan lahab. Gue sesekali melirik. Nggak tau kenapa mata gue bawaannya pengen ngelirik itu cowok mulu. Dalam hati gue, gue harus berlaga sibuk mengetik. Padahal saat itu juga pikiran gue mulai buyar setelah melihat kegantengan wajah cowok itu. jantung gue dag dig dug gimana gitu.  yassalaam.... *_*




Gue ke kfc sendirian. (ngasih tau ajasih) gue memesan makanan, untungnya gak ngantri. Jadi gue nggak capek buat berdiri tegak menunggu giliran gue mesen makanan. Waktu itu gue sempet ngalamin ngantri sepanjang ya kira-kira sepanjang kereta yang di mall itu yang sering ditumpangi anak-anak. Tau kan? Iya saat itu juga sempat dibenak pemikiran gue nggak mau lagi makan di kfc kalau perlu nggak mau kenal lagi deh. Ya.. tapi berhubung tempat makan yang asyik dan bisa wifi gratisan Cuma kfc ajasih. Yang paling penting gak mengocek uang banyak buat makan kenyang. Pas gue mikir begitu yaudah akhirnya gue memutuskan untuk ga jadi membenci kfc. Hehehehe...
Kembali ke cerita.....
Setelah gue mendapat makanan yang gue pesan dan sudah membayarnya, gue langsung menuju tempat makan. Gue lebih suka duduk di lantai atas paling pojok dan lebih suka sofa hitam yang empuk daripada dikursi. Selain niatnya mau makan ya gue juga pengen santai-santai dong, blonjoran, bersandar. gue juga lebih suka duduk paling pojok. Kalau ditanya, kenapa? Ngga tau kenapa, enak aja. Oke gue sama si ganteng duduk berhadapan. Makanan dia hampir habis dan sepanjang dirinya menyantap, dia sama sekali engga say heloo. Sekedar senyum sesekali melanjutkan makan. Gatau kenapa hati gue bilang “ini kok orang ga bilang hay atau apa ya. Kenalan kek atau apa gitu” kata hati gue tapi dengan intonasi yang biasa aja. Gue masih asyik mengetik dengan notebook mini gue. sangking asyiknya, gue nggak sadar cowok itu angkat bangkit dari kursi karna sudah terlihat makanannya sudah habis. Gue pura-pura sok nggak ngeliat padahal mata gue sesekali kepo tertuju padanya. “hey.. gue duluan ya. Thanks udah boleh join ditempat duduk lo” katanya sambil mengumbar seulas senyuman yang begitu manis. Ngeliat senyumannya nggak tau kenapa tiba-tiba detak Jantung gue berdetak cepet banget, haduuuh lemas rasanya. “ah.. iya iya.. sama-sama” kata gue sedikit gerogi tapi berusaha tetep rileks dan membalas senyumannya. Di pergi. Dan entah kenapa mata gue masih ngeliat dia sampai dirinya beranjak depan pintu kfc. Kesekian kalinya hati gue berkata “kok ngga kenalan sih? Ah sombong banget deh. Kenalan kek atau tukeran nomer. Hhhhmmmm” kata hati gue sambil gue menghelakan nafas panjang. “ya semoga aja kita ketemu lagi deh” ucap gue sambil senyum-senyum sendiri memandangi pintu yang tadi cowok itu keluar. Pada saat itu yang ada dipikiran gue tentangnya Cuma “apakah kita bisa bertemu lagi ya?” kaya di pilem pilem gitu dah.. “Eh apasih gue. kenapa jadi genit begini. Aduh def.. biasa aja keules. Kaya nggak pernah liat cowok ganteng aja. Ih lebay. Sadar def sadar..” ucap gue dengan cepat lalu tersadar dari kegenitan pemikiran gue yang pengen banget kenalan. “udahlah.. nulis lagi aja” kata gue mengabaikan kejadian tadi dan akhirnya gue melanjutkan mengetik aja.

No comments:

Post a Comment